KITAINDONESIASATU.COM – Nama Franco Mastantuono mendadak jadi buah bibir dunia setelah Real Madrid dituding melanggar regulasi La Liga karena menurunkannya saat melawan Osasuna, Rabu, 20 Agustus 2025). Meski baru 18 tahun, kariernya sudah penuh cerita luar biasa.
Profil Franco Mastantuono
Lahir di Azul, 14 Agustus 2007, Mastantuono awalnya dikenal sebagai petenis muda berbakat. Sejak umur 8 tahun, ia sudah juara di berbagai turnamen lokal, bahkan sempat masuk 10 besar nasional U-12 Argentina.
Namun, segalanya berubah saat keluarganya pindah ke Buenos Aires. Terpesona oleh atmosfer panas laga Superclasico River Plate vs Boca Juniors, Mastantuono akhirnya jatuh cinta pada sepak bola dan bergabung dengan akademi River Plate di usia 12 tahun.
Meski awalnya sulit beradaptasi, Mastantuono cepat berkembang berkat disiplin dan fisik tangguh dari latar belakang tenis. Mantan pelatih River Plate, Daniel Brizuela, bahkan menyebutnya sudah punya “DNA Eropa” sejak remaja.
Ia dikenal sebagai gelandang serang cerdas dengan kontrol bola apik, visi tajam, dan tenang dalam mengambil keputusan. Tak heran jika ia dipoles menjadi playmaker kreatif.
Debut gemilangnya datang pada Februari 2024 saat River Plate menang 3-0 atas Excursionistas, Mastantuono langsung mencetak gol.
Ia makin bersinar di Copa Libertadores dengan gol penentu melawan Libertad. Dalam 61 laga, ia mengoleksi 10 gol dan 7 assist, membuatnya jadi incaran klub raksasa Eropa, yakni Manchester United, PSG, Barcelona, dan Chelsea.
Namun, Real Madrid yang akhirnya sukses memboyongnya dengan mahar fantastis 63 juta euro atau setara Rp1,9 triliun di musim panas 2025. (*)

