KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan bahwa gelaran Piala Presiden 2026 menjadi bukti nyata bahwa sepak bola Indonesia kini benar-benar bergerak dari akar rumput (grassroot) sebagai fondasi utama pembinaan nasional.
Turnamen edisi kedelapan ini disebut melibatkan 64 klub Liga 4 dari 38 provinsi, menjadikannya salah satu ajang paling masif yang pernah digelar di level kompetisi nasional.
“Piala Presiden tahun ini adalah bukti sepak bola jadi alat pemersatu bangsa dan harus dibangun dari grassroot,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis (14/5).
Dalam format terbaru, 64 klub tersebut dibagi ke dalam 16 grup (A hingga P), dengan pertandingan digelar serentak di 16 kota pada 30 Mei hingga 11 Juni 2026.
Erick menjelaskan, Piala Presiden kini bukan sekadar turnamen, melainkan panggung besar yang mempertemukan klub-klub berprestasi dari level kabupaten, kota, hingga provinsi yang selama ini jarang tersorot.
Ia menegaskan, PSSI ingin memastikan sistem pembinaan berjalan dari bawah secara berjenjang, sekaligus menjadi ajang “uji kualitas” klub-klub daerah agar mampu bersaing lebih kompetitif.
Menurutnya, para juara turnamen lokal kini memiliki jalan menuju panggung nasional, menjadikan Piala Presiden sebagai titik temu talenta muda dari seluruh Indonesia.
“Kami ingin tidak hanya membangun dari grassroot, tapi juga melakukan benchmarking dengan standar sepak bola negara lain,” tegas Erick.
Ia berharap keterlibatan klub dari seluruh provinsi ini dapat membuka peluang lebih luas bagi lahirnya bintang-bintang muda baru yang siap bersinar di level nasional hingga internasional. (*)

