KITAINDONESIASATU.COM – Klub raksasa Indonesia, Persib Bandung akhirnya buka suara usai dijatuhi hukuman berat oleh Asian Football Confederation terkait insiden panas pascalaga ACL 2 melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pertengahan Februari lalu.
Melalui pernyataan resmi pada Jumat (15/5), PT Persib Bandung Bermartabat mengaku kecewa dan prihatin atas keputusan AFC yang menghukum Maung Bandung dengan denda fantastis mencapai 200 ribu dolar AS atau sekitar Rp3,5 miliar, plus sanksi dua laga kandang tanpa kehadiran penonton di kompetisi Asia.
Meski terpukul, Persib menegaskan tetap menghormati keputusan tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap profesionalisme, disiplin, dan tata kelola sepak bola internasional.
“Sebagai klub profesional yang membawa nama Bandung dan Indonesia di level Asia, Persib menghormati keputusan AFC,” tulis pernyataan klub.
Namun di balik sikap hormat itu, Persib tak menutupi kekecewaan mendalam. Klub menilai insiden yang sebenarnya bisa dihindari justru menimbulkan kerugian besar, mulai dari finansial, reputasi klub, hingga menghambat perjuangan mereka bersaing di panggung internasional.
Tak hanya klub, dampak hukuman ini juga disebut dirasakan langsung oleh para bobotoh yang selama ini ikut membangun citra positif Persib di level Asia.
Persib menyayangkan tindakan segelintir oknum tidak bertanggungjawab yang dianggap merusak kerja keras dan perubahan positif yang telah dibangun bersama selama bertahun-tahun.
AFC sendiri menilai Persib melanggar pasal 64 dan 65 Regulasi Komite Disiplin dan Etik AFC, serta pasal 35 Regulasi Keselamatan dan Keamanan AFC.
Lebih mengkhawatirkan lagi, Persib kini berada dalam masa percobaan selama dua tahun. Jika pelanggaran serupa kembali terjadi, hukuman yang lebih berat mengancam klub kebanggaan Jawa Barat tersebut. (*)



