“Kami bermain lebih baik daripada juara bertahan. Kami unggul dalam banyak aspek, tetapi hasil pertandingan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terjadi di dalam maupun di luar lapangan,” ujarnya.
Hassan kemudian melontarkan tudingan yang lebih tajam. Menurutnya, ada kemungkinan pihak tertentu menginginkan Argentina tetap bertahan di turnamen demi keberlanjutan kiprah Lionel Messi.
“Mungkin mereka ingin juara bertahan terus melaju. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing di Piala Dunia. Dalam sepak bola terkadang ada faktor di luar aspek profesional. Juara dunia seperti mendapat dukungan di berbagai sisi,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum pertandingan pihaknya sempat menyampaikan keberatan terkait penunjukan perangkat pertandingan. Meski demikian, ia mengaku akhirnya harus menerima keputusan tersebut.
Pelatih berusia itu turut mempertanyakan sejumlah keputusan wasit selama pertandingan. Hassan menilai Mesir seharusnya mendapat penalti setelah Mohamed Salah dilanggar, tetapi insiden tersebut tidak diperiksa melalui VAR.
Ia juga menyayangkan pembatalan gol timnya yang dianggap tanpa alasan yang jelas.
Menurut Hassan, tayangan pertandingan memperlihatkan adanya tarikan terhadap pemain Mesir sebelum gol kemenangan Argentina tercipta. Namun, insiden tersebut tidak mendapat perhatian dari perangkat pertandingan.
“Hidup memang tidak selalu adil, tetapi mengapa olahraga juga harus seperti itu? Kami merasa diperlakukan tidak adil. Inilah bentuk ketidakadilan yang kami rasakan,” tegasnya.




