SepakbolaBerita Utama

Mengukur Kemampuan PSIM Yogyakarta Naik Tahta di Papan Atas Liga Indonesia

×

Mengukur Kemampuan PSIM Yogyakarta Naik Tahta di Papan Atas Liga Indonesia

Sebarkan artikel ini
PSIM Yogyakarta
Pemain PSIM Yogyakarta Ze Valente bersama rekan-rekannya dalam sesi latihan di Yogyakarta. foto: PSIM Yogyakarta official

KITAINDONESIASATU.COM – PSIM Yogyakarta datang ke Super League 2025/2026 sebagai salah satu tim promosi setelah naik dari Liga 2.

Musim ini menjadi tantangan besar karena mereka harus bersaing dengan tim-tim papan atas Liga 1 Indonesia, namun itu berhasil dilaluinya.

Hingga pekan ke-15 selama laga tahun 2025 PSIM Yogyakarta mampu masuk jajaran 5 besar klasemen sementara Super League 2025/2026.

PSIM Semarang kini mengoleksi 23 poin bersaing dengan tim di peringkat bawahnya Persita Tangerang dengan mengoleksi 22 poin.

PSIM Yogyakarta berhasil mencatat hasil positif meski belum dapat kembali ke jalur kemenangan.

Di laga terakhir tahun 2025 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Selasa (23/12/2025) malam, PSIM ditahan imbang Persijap dengan skor 1-1.

Setelah tertinggal lebih dulu di menit ke-51 akibat gol Adzikry Fadlillah, Laskar Mataram akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit 90+5 lewat aksi Riyatno Abiyoso.

Baca Juga  Jadwal Laga Pekan 26 Super League: Persib, Borneo dan Persija Terjadi Ledakan di Laga ini

Laga yang digelar tanpa kehadiran penonton ini sendiri berlangsung cukup alot bagi kedua tim sejak menit awal.

Tambahan satu poin membuat PSIM kini mengoleksi 23 poin dan berhak atas posisi ke-5 di papan klasemen sementara. Artinya, PSIM tetap eksis bersaing di papan atas.

Usai kalah dari Persija Jakarta 2-0 PSM berhasil kembali sedikit bangkit denga menayan imbang lawannya dalam laga tandang melawan Persijap Jepara.

Dari 14 laga yang sudah dijalani PSIM Yogyakarta berhasil memenangi pertandingan sebanyak 6 kali, dan 5 kali bermain seri serta 3 kali kalah dengan produktifitas gol sebanyak 17 gol.

Tim yang pelatih Jean-Paul van Gastel ini memiliki rekor petandingan selama Super Leage berlasung di tahun 2025 cukup beragan dengan kekalahan telak dari Persita Tanggeran 4-0 di pekan ke-9.

Baca Juga  Tim Terluka Semen Padang vs Persis Solo, Berebut Kemenangan

Akan tetapi PSIM Yogyakarta juga mampu menundukkan tim papan atas dalam laga tandang melawan Malut United dengan skor 0-2, mengalahkan Persebaya 0-1 hingga menahan imbang Persib Bandung.

Kekalahan lain yang juga dialami PSIM adalah saat melawan Boneo FC, laga tandang di kandang Persija Jakarta pada pekan ke-14 kemarin.

Kekalahan beragam yang dialami PSIM tentu saja ini menjadi indikator bahwa PSIM masih perlu memperbagiki organisasi pertahanan dan penyerangan dalam kompetisi musim ini.

Dari statistik pertandingan terakhir, PSIM memiliki rasio rata-rata gol 1,3 per laga dan rata-rata kebobolan 1,1, ini menunjukkan keseimbangan antara kemampuan menyerang dan bertahan, meskipun pertahanan masih menjadi area yang perlu diperkuat.

PSIM boleh dibilang hanya kebobolan sedikit gol di beberapa pertandingan awal (awal musim hanya 2 gol kebobolan dari 4 laga).

Baca Juga  Ambisi Persib Bandung di Tahun 2026 Menjadi Pertaruhan Hidup Mati Pelatih Baru Persik Kediri

Kompaknya pertahanan, terutama duet bek tengah seperti Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, menjadi faktor penting dalam menjaga lini pertahanan PSIM Yogyakarta.

PSIM belum bisa dianggap underdog pasif –mereka mampu meraih hasil bagus menang atau imbang melawan klub-klub papan atas seperti Persebaya, Persib dan Arema.

Bisa saja sisi kelemahan dari PSIM Yogyakarta adalah kurangnya pengalaman pemainnya bermain di liga tertinggi tanah air, sebab dari 26 pemain yang dimiliki hanya 14 pemain yang punya pengalaman di laga itu.

Pertahanan PSIM juga dinilai tidak memiliki stabilitas yang terukur dengan baik walaupun clean sheet PSIM memperlihatkan fluktuatif performa termasuk kebobolan 4 gol melawan Persita.

Belum lagi dibeberapa pertandingan PSIM menunjukkan ketergantungan pada beberapa pemain untuk gol atau kreativitas di lini serang –jika mereka absen, tim bisa kehilangan daya serang.

Ini adalah tantangan taktik yang harus diatasi oleh PSIM Semarang dalam menghadapi laga-laga berikutnya di musim kompetisi tahun 2026 yang kembali menghadapi pada 4 Januari 2025 menjamu Semen Padang.

PSIM juga masih akan menjalani laga terisa melawan PSBS Biak pada 29 Desember 2025 harus mampu mengamankan 3 poin bermain di kandang sendiri, pada sore hari. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *