KITAINDONESIASATU.COM – Persijap Jepara hingga akhir tahun 2025 mengalami nasib buruk berada di zona degradasi klasemen Super Laague 2025/2026 Bersama tiga klub lainnya.
Ketiga klub yang memiliki koleksi di bawah 10 poin itu masing-masing adalah Semen Padang dengan mengoleksi 10 poin, Persijap Jepara dengan 9 poin dan Persis Solo dengan koleksi 7 poin hingga akhir tahun 2025 ini.
Bahkan dalam aga terakhir di tahun 2025 hasrat Persijap Jepara untuk dapat mencatat hasil positif di laga tunda pekan ke-8 sirna.
Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (28/12/2025), Persijap kalah telak dari Persebaya Surabaya dengan skor 0-4.
Laskar Kalinyamat tak berkuti bermain di kendang Bajol Ijo tak satu pun mampu membalas gol kekalahan telak yang mereka hadapi dari serangan Persebaya Surabaya.
Berbagai upaya yang dilakukan di babak pertama tak mampu meberikan perlawanan, bahkan Laskar Kalinyamat untuk memberikan kejutan ternyata gagal dan justru sudah harus tertinggal dua gol lebih dulu.
Dua gol Persebaya di babak pertama dicetak oleh Bruno Moreira menit 26 lewat titik penalti dan Leo Lelis menit ke-38.
Babak kedua, Persijap kembali kebobolan dua gol lewat Francisco Rivera menit ke-80 dan Mihaelo Perovic menit 85.
Hasil ini membuat Persijap masih belum bisa beranjak dari papan bawah, tepatnya peringkat ke-17 dari 18 tim kontestan dengan koleksi sembilan poin.
Dari 15 laga yang sudah dijalani, Persijap bernasib sial mencatat hanya dua kali menang, tiga kali imbang dan 10 kali kalah,
Pelatih Persijap, Divaldo Alves mengatakan babak pertama, sebenarnya kami main lebih rapi dengan terorganisasi di tengah dan belakang.
Persijap memiliki beberapa peluang, tetapi Persebaya punya kualitas lebih aik sehingga mereka mencetak dua gol ke gawang Persijap.
Dan di babak kedua, dia mengaku memberikan instruksi untuk dapat bermain lebih menyerang.
“Kita coba push untuk dapat main lebih keatas dengan harapan bisa mencetak gol. Ada beberapa peluang, namun tidak bisa dimanfaatkan, jadi cukup siap-sia. Persebaya adalah tim kuat. Saat tertinggal dua gol, agak sulit untuk kami meski bermain spartan,” ucap Divaldo.
Secara keseluruhan, dia mengakui anak asuhannya tidak bermain seperti yang diharapkan Persijap bermain buruk hingga harus menerima kebobolan 4 gol.
“Kita harus lebih fokus lagi dan lebih fight dan lebih pintar lagi,” mantan pelatih PSBS Biak itu menegaskan.
Laga berikutnya tahun depan tahun 2026 Persijap akan menghadapi laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/26, Persijap akan kembali menjalani laga tandang.
Laskar Kalinyamat akan dijamu Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Sabtu (3/1/2026). **


