Pelatih Persik itu menjelaskan, timnya terbiasa membangun serangan melalui umpan-umpan pendek dan penguasaan bola. Kondisi rumput JIS, menurutnya, membuat strategi tersebut sulit dijalankan sehingga Persik harus bermain lebih sederhana.
Ia juga menyoroti fakta bahwa ketiga gol dalam pertandingan tersebut berawal dari situasi bola mati. Bagi Reina, hal itu menunjukkan betapa sulitnya kedua tim menciptakan permainan terbuka yang efektif.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Reina tetap memuji perjuangan para pemain Persik. Ia menilai timnya telah memberikan perlawanan sengit dan merasa pantas membawa pulang setidaknya satu poin dari Jakarta.
Reina juga mengakui kualitas Persija yang dinilainya sebagai salah satu tim terbaik di liga saat ini. Namun, hasil pertandingan tetap membuat Persik harus pulang tanpa tambahan poin.
Kritik serupa disampaikan bek Persik, Marcelo Djalo. Pemain berusia 33 tahun itu menilai situasi bola mati sangat menentukan jalannya laga, mulai dari gol Persik hingga dua gol yang membawa Persija membalikkan keadaan.
Kekalahan tersebut menjadi yang ketiga bagi Persik Kediri pada musim ini. Macan Putih sementara berada di peringkat kesembilan dengan koleksi 10 poin.
Sebaliknya, kemenangan ini membuat Persija Jakarta semakin mantap di puncak klasemen Super League 2026/2027 dengan raihan 18 poin. (*)






