Sepakbola

Mantan Bek MU Ingatkan Pertahanan Setan Merah Rapuh, Amorin Tetatp Yakin Susunan Pemain

×

Mantan Bek MU Ingatkan Pertahanan Setan Merah Rapuh, Amorin Tetatp Yakin Susunan Pemain

Sebarkan artikel ini
Ruben Amorin
Pelatih Manchester United, Ruben Amorin. foto: instagram @ruben.amorim.officiel

KITAINDONESIASATU.COM – Laga Manchester United vs Bournemouth pekan ke-16 Liga Inggris yang berakhir hasil imbang 4-4 di kandang Old Trafford mendapat peringatan mantan bek setan merah Glen Johnson.

Glen Johnson menilai jika pertahanan Setan Merah saat ini buruk hingga harus menelan hasil gila (4-4) di kandang sendiri, Selasa (16/12/2025).

Situasi ini membuat fans Setan Merah kecewa, setelah hasil imbang gila 4-4 atas Bournemouth, sang arsitek Ruben Amorim langsung berbicara tentang rencana transfer Man Utd.

Dengan hasil yang diraih Manchester United (MU) ini memperlihatkan performa Setan Merah yang tidak konsisten di Liga Premier, yang hanya memenangkan 2 dari 7 pertandingan terakhir meskipun naik ke peringkat ke-6.

Menurut Glen masalah paling serius terletak pada lini pertahanan MU, karena tim ini hanya mencatatkan satu kali clean sheet musim ini.

Lebih mengkhawatirkan lagi, sejak Ruben Amorim mengambil alih sebagai manajer, Man Utd hanya berhasil mencatatkan enam clean sheet dari 43 pertandingan liga domestik.

Mantan bek Glen Johnson memberikan beberapa komentar jujur ​​tentang performa tim ini, bahwa meskipun lini serang telah berubah berkat investasi musim panas sebesar 200 juta poundsterling, kemampuan bertahan tetap menjadi masalah utama.

“Kita telah melihat peningkatan yang jelas dalam serangan dengan beberapa pemain hebat. Namun, menurunkan begitu banyak bek muda malam ini tidak banyak membantu meningkatkan pertahanan,” kata Glen kepada media Inggris.

Ia memperingatkan bahwa ketidakseimbangan ini akan terus merugikan tim, untuk meraih performa yang baik di masa mendatang.

Meskipun mendapat tekanan dari para pengamat, pelatih Ruben Amorim tetap teguh pada susunan pemainnya.

Dengan tegas ia menolak kemungkinan untuk mengeluarkan uang untuk mendatangkan pemain bertahan tambahan di bursa transfer Januari 2026 nanti.

“Tidak, kami memiliki cukup pemain berbakat dan berkualitas di lini belakang. Masalahnya adalah seluruh tim perlu bertahan lebih baik secara kolektif, bukan karena kekurangan pemain,” ungkapnya.

Pakar strategi asal Portugal itu mengakui kekecewaannya yang mendalam karena mencetak empat gol tetapi gagal mengamankan kemenangan.

Ia menyebutnya sebagai pertandingan yang menyenangkan bagi para penonton, tetapi pahit bagi timnya.

Amorim menekankan bahwa meskipun melakukan pressing dan mengontrol penguasaan bola dengan lebih baik, mereka kurang memiliki intensitas dan kualitas yang diperlukan dalam mempertahankan area penalti mereka, yang menyebabkan hilangnya poin-poin penting. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *