KITAINDONESIASATU.COM – Shin Tae-yong menjadi sorotan setelah Federasi Sepak Bola Korea (KFA) menjatuhkan sanksi larangan melatih selama sepuluh tahun di Korea Selatan.
Keputusan tersebut diumumkan pada Jumat, 24 Juli 2026, setelah proses penyelidikan yang berlangsung selama beberapa bulan.
Hukuman ini menjadi perhatian publik karena dijatuhkan tidak lama setelah pelatih berusia 55 tahun itu menerima tawaran sebagai pelatih baru Persija Jakarta.
Hingga kini, sanksi tersebut hanya berlaku di Korea Selatan, sementara perkembangan selanjutnya masih menunggu keputusan resmi dari pihak terkait.
Awal Kasus hingga KFA Menjatuhkan Sanksi Shin Tae-yong
Kasus ini bermula ketika Shin Tae-yong menangani Ulsan HD pada Agustus hingga Oktober 2025.
Masa kepelatihannya hanya berlangsung sekitar dua bulan setelah muncul berbagai persoalan internal, terutama terkait komunikasi dan metode latihan yang diterapkannya kepada para pemain.
Seiring berjalannya waktu, sejumlah isu mencuat ke publik, termasuk kabar mengenai gaya kepemimpinan Shin Tae-yong yang dinilai memicu ketegangan di dalam tim.
Situasi semakin menjadi perhatian setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan adanya kontak fisik antara Shin Tae-yong dan salah seorang pemain Ulsan HD.
Rekaman tersebut kemudian memicu kritik dan menjadi salah satu dasar penyelidikan yang dilakukan Komisi Fair Play KFA. Penyelidikan resmi dimulai pada Desember 2025 dan berlangsung selama delapan bulan.
Setelah seluruh proses selesai, KFA menyatakan Shin Tae-yong terbukti melakukan pelanggaran sehingga dijatuhi larangan melatih selama sepuluh tahun di Korea Selatan. Federasi tidak menjelaskan secara rinci bentuk sanksi tambahan yang mungkin diberlakukan.





