Haaland meyakini bahwa ketika para pemain baru tersebut telah sepenuhnya beradaptasi dengan karakteristik permainan di Liga Inggris serta pola latihan yang diterapkan dengan disiplin tinggi, timnya akan menjadi lawan yang sulit dikalahkan oleh siapa pun.
“Kita semua melihat bahwa banyak perubahan terjadi dalam satu hingga dua tahun terakhir. Di sisi lain, masih ada juga sejumlah pemain yang telah lama membela tim ini. Tentu saja, para pendatang baru memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru,” katanya.
Ia mengatakan, pindah ke liga yang berbeda, negara yang baru yang memiliki kebiasaan dan budaya yang tidak sama bukanlah hal yang mudah. Semua itu membutuhkan proses penyesuaian.
“Namun saya meyakini ini adalah masa-masa yang penuh harapan, dan saya bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan ini,” ujarnya.
Manchester City sendiri, saat ini tengah menargetkan untuk meraih tiga gelar juara tingkat nasional pada musim ini.
Hingga saat ini, mereka sudah memastikan diri sebagai pemenang Piala FA dan akan kembali berlaga di babak final kompetisi yang sama. Dalam pertandingan penentuan yang akan digelar bulan depan, mereka akan menghadapi Chelsea.
Di sisi lain, posisi mereka di klasemen sementara Liga Premier saat ini berada di urutan kedua, tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen Arsenal, meskipun tim asuhan Guardiola itu masih memiliki satu pertandingan yang belum diselesaikan.***



