KITAINDONESIASATU.COM – Gelombang penolakan terhadap proposal terbaru FIFA mulai mencuat. Kali ini, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara terbuka menyatakan kekecewaannya setelah mengaku tidak pernah diajak berdiskusi terkait rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah entitas baru yang mengusung skema penjualan sebagian saham turnamen Piala Dunia kepada pihak swasta.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui laman AFC dan dipantau di Jakarta pada Jumat (31/7), federasi sepak bola Asia itu menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak dimintai pandangan sebelum proposal tersebut menjadi konsumsi publik. AFC menilai langkah FIFA itu mengabaikan mekanisme tata kelola yang selama ini menjadi fondasi organisasi sepak bola dunia.
Menurut AFC, inovasi untuk memperkuat masa depan sepak bola global memang diperlukan. Namun, perubahan besar yang berpotensi mengubah arah komersial dan finansial Piala Dunia tidak boleh dilakukan secara sepihak. Organisasi tersebut menegaskan bahwa setiap langkah strategis harus dibangun di atas prinsip transparansi, tata kelola yang baik, serta konsultasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
AFC menilai keputusan sebesar ini semestinya dibahas secara menyeluruh bersama enam konfederasi, asosiasi anggota, dan berbagai pihak terkait sebelum diajukan ke forum pengambilan keputusan FIFA. Pasalnya, proposal tersebut diyakini memiliki dampak luas, mulai dari aspek hukum, tata kelola, bisnis, hingga strategi jangka panjang sepak bola dunia.
Federasi yang menaungi sepak bola Asia itu juga menekankan pentingnya memberikan waktu yang cukup kepada seluruh anggota untuk mempelajari setiap detail proposal sebelum mengambil sikap. Langkah tersebut dinilai krusial agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kepentingan bersama komunitas sepak bola internasional sekaligus menjaga kepercayaan terhadap sistem tata kelola FIFA.
Meski menyampaikan kritik keras, AFC menegaskan komitmennya tetap sama, yakni mendukung pertumbuhan sepak bola global secara berkelanjutan sebagai salah satu dari enam konfederasi resmi di bawah FIFA.
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino berusaha meredam polemik yang berkembang. Ia menegaskan bahwa pembentukan FIFA Forward Enterprise bukanlah keputusan final ataupun kewajiban bagi seluruh anggota FIFA.
Infantino menyebut FFE masih sebatas proposal yang sedang berada dalam tahap konsultasi dan proses demokratis. Menurutnya, gagasan tersebut justru membuka peluang besar untuk mempercepat pengembangan sepak bola di berbagai belahan dunia melalui pengelolaan hak-hak komersial kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.
Meski demikian, Infantino kembali menekankan bahwa seluruh asosiasi anggota tetap memiliki kebebasan untuk menilai dan menentukan sikap terhadap proposal tersebut. Dengan kata lain, rencana penjualan saham komersial Piala Dunia melalui FFE masih sebatas tawaran yang belum menjadi keputusan mengikat.(*)





