Pelatih Para Renang Indonesia, Agni Herarta, bercerita tentang perjalanan Rifky menembus Paralimpiade 2024. Rifky merupakan perenang yang bisa memanfaatkan kesempatan ketika pelatnas berkelanjutan dilakukan sejak tiga tahun lalu.
“Rifky bisa seperti sekarang karena dia punya semangat dan mau mengikuti instruksi pelatih,” kata Agni Herarta dalam keterangan tertulis Jumat 30 Agustus 2024.
“Kita selalu diskusi terbuka untuk mencari apa yang dirasa kurang sehingga bisa diperbaiki di latihan. Dukungan dari teman-teman atlet Pelatnas serta keluarganya juga luar biasa,” lanjut Agni Herarta.
Rifky sudah menjadi raja Asia untuk klasifikasi S12. Namun, bukan perkara mudah untuk mendapatkan medali pada Paralimpiade 2024. Catatan terbaiknya masih belum cukup untuk menduduki tiga besar, jika acuannya adalah catatan waktu kompetitor pada Paralimpiade 2020.
Pada nomor gaya bebas S12, Raman Salei dari Azerbaijan meraih medali emas dengan catatan waktu 52,69 detik. Kemudian disusul Maksym Veraksa dari Ukraina dengan 52,87 detik serta Stephen Clegg dari Britania Raya dengan 53,43 detik.
Lalu untuk gaya punggung S12, Raman Salei kembali mengamankan medali emas dengan catatan waktu 1 menit 00,30 detik. Serhiy Klipert dari Ukraina menyusul dengan waktu 1 menit 00,71 detik serta Stephen Clegg dengan waktu 1 menit 01,27 detik.
Makanya, secara realistis Rifky tak dibebani target medali pada keikutsertaan perdananya di Paralimpiade. Namun, Rifky ditantang untuk menaklukkan rekor terbaiknya, yang artinya membuka kans mendekati catatan waktu para peraih medali Paralimpiade.
“Rifky ada di ranking sebelas dunia untuk 100 meter gaya bebas. Lalu untuk 100 meter gaya punggung, Rifky ada di ranking tujuh dunia. Kita akan berusaha keras untuk bisa memenuhi target masuk final dan memperbaiki rekor pribadinya,” jelas Agni Herarta.
