KITAINDONESIASATU.COM – Berikut ini profil Yuliot Tanjung yang di angkat Presiden RI, Prabowo sebagai wakil menteri ESDM.
Yuliot Tanjung telah resmi di lantik sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin, 21 Oktober 2024.
Yuliot akan bekerja bersama Bahlil Lahadalia, yang kembali di percaya menjadi Menteri ESDM setelah menjabat posisi tersebut sejak pemerintahan Joko Widodo.
Berpasangan lagi dengan Bahlil Lahadalia, yang saat ini menjadi Menteri ESDM, Yuliot di harapkan dapat memanfaatkan pengalamannya dalam bidang investasi untuk mendukung sektor energi.
BACA JUGA : Gaji dan Tunjangan Wakil Menteri di Kabinet Merah Putih: Rincian Keuangan Pemerintahan Prabowo – Gibran
Dengan latar belakang pendidikan di bidang produksi ternak dari Universitas Andalas dan Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM. Yuliot telah menempuh karier panjang di BKPM sejak tahun 1988, menempati berbagai posisi strategis. Seperti Direktur Deregulasi Penanaman Modal hingga Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal.
Sebagai Wakil Menteri ESDM, Yuliot memiliki tanggung jawab penting dalam mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Dengan proyeksi kapasitas mencapai 3.686 gigawatt.
Selain itu, ia juga bertugas melanjutkan program hilirisasi berbasis sumber daya alam yang bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor migas.
Yuliot Tanjung, pria kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat pada 7 Oktober 1963. Kembali di percaya untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebelumnya, Yuliot pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di era Presiden Joko Widodo.
Harta Kekayaan Yuliot Tanjung
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang di sampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Total kekayaan Yuliot tercatat mencapai Rp 12,01 miliar per Agustus 2024. Kekayaan tersebut terdiri dari 9 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 8,27 miliar. 4 alat transportasi dan mesin senilai Rp 1,18 miliar, serta harta bergerak lainnya senilai Rp 595 juta.
Selain itu, Yuliot memiliki surat berharga senilai Rp 1 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp 1,26 miliar, serta utang sebesar Rp 300 juta.






