Sosok

Sosok Damar Canggih Wicaksono Anak Pelawak Dono Warkop Memilih Menjadi Ahli Nuklir

×

Sosok Damar Canggih Wicaksono Anak Pelawak Dono Warkop Memilih Menjadi Ahli Nuklir

Sebarkan artikel ini
damar putra dono warkop
Foto sosok Damar Canggih Wicaksono bersama kedua orangtuanya. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Siapa yang tidak kenal Dono yang merupakan anggota kelompok grup komedian legendaris, Warkop yang terdiri dari Dono, Kasino dan Endro.

Sosok almarhum Dono atau Wahjoe Sardono ternyata memiliki tiga anak yakni Andika Aria Sena, Damar Canggih Wicaksono, dan Satrio Sarwo Trengginas yang jauh dari profesi ayahnya.

Bahkan salah satu putra Dono yakni Damar Canggih Wicaksono sepertinya tidak memiliki sifat sepertinya ayahnya yang humor dan lucu dalam kesehariannya.

Namun Damar Canggih Wicaksono sepertinya berbalik arah dari kepribadian ayahnya yang banyak bercanda dan menjadi pelawak terkenal.

Namun Damar Canggih ini justru kebalikan dari sang ayah yang kini menjadi seorang ahli nuklir lulusan S3 di Swiss, yang sangat serius dunia yang digelutinya.

Damar Canggih Wicaksono, putra kedua mendiang Dono Warkop, kini meniti kariernya sebagai ahli nuklir di negara Eropa di Swiss.

Nah, tentu berbeda dengan sang ayah yang dikenal sebagai pelawak legendaris, Damar justru memilih jalur akademik serius di bidang teknik nuklir.

Damar sendiri sebelumnya memulai karir pendidikannya dari Teknik Nuklir UGM, dan menempuh pendidikan Sarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan teknik nuklir.

Ia lulus pada tahun 2009 dengan predikat cum laude dan menjadi lulusan terbaik di UGM, yang membanggakan orangtuanya.

Keinginan mendalami ilmu Nuklir rupanya benar-benar menjadi keinginan serius dari Damar, lalu iapun kemudian pada tahun 2010 Damar melanjutkan kuliah S2 ke École polytechnique fédérale de Lausanne (EPFL) di Swiss.

Di kampus ini Damar mengambil jurusan teknik nuklir, selanjutnya Damar lulus S2 pada tahun 2012.

Belum puas dengan ilmu yang digelutinya, Damar kemudian melanjutkan pendidikan S3 di kampus yang sama dan jurusan sama.

Anak kedua dari mendiang Dono Warkop ini pun akhirnya berhasil menamatkan pendidikan S3 pada tahun 2018.

Damar lulus dengan memuaskan dan akhirnya magang di Leibstadt Nuclear Power Plant pada tahun 2011.

Selanjutnya Damar bekerja sebagai analis keamanan atau safety analyst di salah satu pembangkit listrik bertenaga nuklir terbesar di Swiss.

Tak butuh waktu lama, sekitar setahun kemudian, Damar melanjutkan program magang di Paul Scherrer Institut (PSI) selama empat bulan sebagai analis.

Dari penelusuran Linkedin putra Dono ini kini bekerja sebagai peneliti di Helmholtz-Zentrum Dresden-Rossendorf (HZDR), merupakan salah satu pusat studi teknologi ternama di Jerman.

Bahkan di dunia nuklir kemampuan Damar juga tak diragukan , terbukti ia pernah mendapatkan Best Paper Award dan Best Student Paper Award dari komunitas peneliti Pul Scherrer Institut/ NulearForum Schweiz tahun 2014, Japanes Nucclear Sciety tahun 2014 dan American Nuclear Socuety tahun 2015.

Sosok Damar yang berprestasi ini seolah menegaskan bahwa kecerdasan dan semangat akademik mengalir dalam darah keluarga.

Ayahnya Dono Warkop, yang lebih dikenal sebagai komedian, ternyata juga memiliki latar belakang akademik yang kuat.

Dono bukan sekadar pelawak, tetapi juga seorang dosen yang pernah mengajar di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia.

Kesuksesan Damar di dunia nuklir menjadi bukti bahwa nilai pendidikan yang diwariskan oleh ayahnya tetap berlanjut.

Peribahasa “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” tampaknya sangat tepat untuk menggambarkan perjalanan hidup Damar. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *