KITAINDONESIASATU.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengalami defisit anggaran hingga ratusan miliar rupiah pada 2024, sehingga meninggalkan utang. Dengan kondisi keuangan tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon terpilih Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo berjanji tidak akan minta fasilitas baru apapun.
“Dalam kondisi keuangan Pemkot Cilegon saat ini yang sangat memprihatinkan, kami tidak akan menambah beban dalam kondisi itu, seperti minta mobil dinas yang baru. kami cukup menggunakan mobil dinas bekas wali kota dan wakil walikota sebelumnya,” ungkap Robinsar kepada wartawan, kemarin.
Menurut Robinsar, mobil dinas bekas Pak Helldy dan Pak Sanuji masih dinilai layak untuk menopang aktivitasnya sebagai kepala daerah. “Kayaknya cukuplah . Kami tidak mau membebani anggaran Pemkot Cilegon,” ujar Politisi Golkar ini.
Selain tidak akan meminta fasilitas yang akan membebani keuangan Pemkot Cilegon seperti halnya akan tetap menggunakan mobil bekas Helldy-Sanuji, ternyata Walikota dan Wakil Walikota Cilegon terpilih, Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo tak pernah mengetahui jika pakaian dinas yang akan dikenakannya saat bertugas sebagai kepala daerah sudah dianggarkan oleh pemerintah.
Terkait dengan baju dinas itu, Robinsar mengaku dirinya beserta Wakil Wali Kota terpilih, Fajar Hadi Prabowo, sudah membuat baju dinas dengan biaya sendiri. “Saya sama Mas Fajar sebenarnya sudah mengukur baju dinas dengan biaya sendiri,” tuturnya.
Pasangan Robinsar-Fajar ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cilegon sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon terpilih pada Pilkada 2024. Pasangan nomor urut 1 ini berhasil meraih kemenangan dengan memperoleh 50,56 persen suara atau sebanyak 123.196 suara sah. Penetapan ini dilakukan melalui rapat pleno terbuka yang digelar oleh KPU Cilegon pada Kamis (9/1/2025).




