KITAINDONESIASATU.COM – Berikut ini profil dari Fahri Hamzah yang jadi sorotan usai diangkat menjadi komisaris BTN.
Keputusan pengangkatan Fahri Hamzah sebagai komisaris BTN menarik perhatian publik, mengingat latar belakangnya yang lebih banyak berkecimpung di dunia politik dibandingkan sektor perbankan.
Dalam susunan dewan komisaris BTN yang baru, Fahri akan bekerja bersama sejumlah tokoh lain yang juga dipercaya dalam posisi strategis.
Profil Singkat Fahri Hamzah
Fahri Hamzah lahir di Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada 10 November 1971. Ia merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).
Namanya mulai dikenal sejak era reformasi 1998 ketika menjadi salah satu tokoh pergerakan mahasiswa.
Fahri adalah pendiri sekaligus ketua umum pertama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), organisasi yang aktif dalam gerakan anti-korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) pada masa itu.
Sebagai aktivis mahasiswa, Fahri banyak terlibat dalam diskusi intelektual dan kegiatan akademis.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Pengembangan Cendekiawan Muda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat.
Perjalanan Karier Politik Fahri Hamzah

Karier politik Fahri Hamzah dimulai ketika ia menjadi Staf Ahli Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pada 1999-2002.
Kariernya terus menanjak setelah ia terpilih sebagai anggota DPR RI pada periode 2004-2009 melalui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mewakili daerah kelahirannya, Nusa Tenggara Barat.
Selama menjadi anggota DPR, Fahri bertugas di Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, dan BUMN.
Ia kemudian mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, yang fokus pada bidang legislasi dan hukum.
Puncak karier politiknya terjadi saat ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019.
Perannya sebagai pimpinan legislatif kerap menjadi sorotan, terutama karena berbagai pernyataan dan sikap kritisnya terhadap lembaga antikorupsi KPK.
Pada 2019, Fahri mendirikan Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum.
Karier politiknya terus berlanjut hingga akhirnya pada 21 Oktober 2024, ia dilantik sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Jajaran Komisaris dan direksi BTN
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Suryo Utomo
- Wakil Komisaris Utama: Dwi Ary Purnomo
- Komisaris: Fahri Hamzah
- Komisaris Independen: Ida Nuryanti
- Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh
- Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit
Sementara itu, jajaran direksi BTN yang baru disahkan dalam RUPS 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Direksi:
- Direktur Utama: Nixon LP Napitupulu
- Wakil Direktur Utama: Oni Febriarta Rahardja
- Direktur Operation: I Nyoman Sugiri Yasa
- Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti
- Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan
- Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho
- Direktur Commercial Banking: Hermita
- Direktur IT: Tan Jacky Chen
- Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo
- Direktur Consumer Banking: Hirwandi Gafar
- Direktur Human Capital & Compliance: Eko Waluyo
- Direktur Finance & Strategy: Nofry Rony Poetra
Demikian tadi profil dari Fahri Hamzah yang jadi sorotan usai diangkat menjadi komisaris BTN.(*)
