Sosok

Profil Cucun Syamsurijal yang Ramai Dikritik Usai Sebut Program MBG Tak Perlu Ahli Gizi

×

Profil Cucun Syamsurijal yang Ramai Dikritik Usai Sebut Program MBG Tak Perlu Ahli Gizi

Sebarkan artikel ini
Profil Cucun Syamsurijal yang Ramai Dikritik Usai Sebut Program MBG Tak Perlu Ahli Gizi
Profil Cucun Syamsurijal yang Ramai Dikritik Usai Sebut Program MBG Tak Perlu Ahli Gizi

KITAINDONESIASATU.COM – Cucun Syamsurijal, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), saat ini menduduki posisi Wakil Ketua DPR RI periode 2024–2029. Namanya kini menjadi pusat perhatian menyusul komentarnya yang menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membutuhkan tenaga ahli gizi.

Saat menghadiri konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung, Cucun menyebut bahwa MBG cukup diawasi oleh satu tenaga pengawas saja. Ia menegaskan bahwa program ini tidak harus melibatkan ahli gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).

Tak hanya itu, ia mengungkapkan bahwa peran ahli gizi bisa digantikan oleh lulusan SMA yang cerdas, selama diberikan pelatihan sekitar tiga bulan dan memperoleh sertifikasi dasar. Pernyataannya ini menuai kecaman dari banyak warganet yang menilai dirinya meremehkan profesi ahli gizi serta mengabaikan pendekatan ilmiah yang seharusnya menjadi fondasi program gizi nasional.

Cucun juga menyampaikan niatnya membawa gagasan tersebut ke rapat DPR bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Ia ingin mendorong perubahan istilah dalam program MBG, dari yang semula “ahli gizi” menjadi “tenaga yang menangani gizi”.

Secara karier, Cucun sudah lama berkiprah di dunia politik. Ia lahir di Bandung pada 8 November 1972 dan telah tiga kali dipercaya menjadi anggota DPR. Ia menamatkan pendidikan S1 di Institut Agama Islam Cipasung, lalu melanjutkan studi S2 dan S3 di Universitas Padjadjaran dalam bidang Administrasi Publik.

Sebelum terjun ke parlemen, Cucun aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Ia pernah menjabat sebagai Bendahara Umum NU Kabupaten Bandung serta Ketua Lembaga Perekonomian NU Jawa Barat. Kariernya di PKB juga cukup kuat, mulai dari Wakil Bendahara Umum PKB Kabupaten Bandung hingga Ketua DPC PKB Bandung. Pada 2024, ia dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua DPR yang membawahi urusan kesejahteraan rakyat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *