KITAINDONESIASATU.COM – Sosok Pratu Dedi, prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 203/Arya Kamuning (Yonif 203/AK), kembali jadi perhatian publik. Setelah aksinya viral karena tetap tenang meski seekor merpati hinggap di kepalanya saat Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka pada Minggu, 17 Agustus 2025, kini ia mendapat undangan khusus dari Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS), Aris Marsudiyanto.
Dalam kesempatan itu, Pratu Dedi hadir bersama Danyonif Mekanis 203/AK, Mayor Inf I Gede Mahendra Subrata, yang mendampingi langsung pertemuan dengan Aris. Mayor Gede menegaskan bahwa momen Pratu Dedi di Istana bukan sekadar peristiwa unik, melainkan simbol keteguhan seorang prajurit.
“Keteguhan Pratu Dedi mencerminkan sikap sejati prajurit TNI, tetap fokus dan disiplin dalam menjalankan tugas negara, apapun situasinya,” ujar Gede, Rabu (20/8/2025). Ia menambahkan, kehadiran merpati saat upacara justru memberi makna simbolis sebagai bentuk harmonisasi antara TNI dan alam.
Menurut Gede, momen itu juga membawa keberuntungan tersendiri bagi Pratu Dedi karena membuatnya dikenal luas berkat ketenangannya. “Setiap orang boleh berpendidikan tinggi. Tapi keberuntungan hanya datang kepada orang-orang yang dipilih Tuhan,” tambahnya.
Viralnya peristiwa tersebut pun menarik perhatian banyak pihak, termasuk Aris Marsudiyanto. Bagi Mayor Gede, undangan langsung dari Aris merupakan penghargaan yang membanggakan, bukan hanya bagi Pratu Dedi tetapi juga untuk satuan Yonif 203/AK.
“Kami bangga, karena Pak Aris Marsudiyanto berkenan memberikan perhatian langsung. Itu menunjukkan kepedulian beliau terhadap prajurit yang berdedikasi,” tutup Gede.
