KITAINDONESIASATU.COM – Politisi Christina Aryani secara resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen PPMI/Waka BP2MI).
Berikut perjalanan karir Christina Aryani;
Pada 2019, Christina terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar, mewakili Daerah Pemilihan (dapil) DKI Jakarta II, yang mencakup Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri.
Ia merupakan anggota Komisi I DPR RI periode 2019-2024, yang aktif dalam isu perlindungan WNI di luar negeri. Komisi I memiliki tugas di bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen.
Sebagai bukti konsistensinya dalam memperjuangkan isu perlindungan WNI, Christina dianugerahi penghargaan Hassan Wirajuda Pelindungan WNI Award (HWPA) pada tahun 2023 oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
Selain itu, Christina juga fokus pada program-program yang berkaitan dengan penguatan peran perempuan, perlindungan anak, dan peningkatan peran generasi muda, sesuai dengan prinsip politik “Kerja Nyata” yang ia usung.
Ia dikenal sebagai Srikandi dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) karena dedikasinya dalam mengawal undang-undang yang penting bagi perempuan dan anak di Indonesia.
Christina juga aktif memperjuangkan bab khusus untuk melindungi anak-anak Indonesia dari konten pornografi dan perjudian melalui RUU Pelindungan Data Pribadi dan revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Christina mencalonkan diri lagi sebagai anggota DPR RI dari dapil DKI Jakarta II pada Pemilu 2024, namun tidak berhasil karena perolehan suaranya imbang.
Lahir di Jakarta pada tahun 1975, ia menempuh pendidikan sarjana secara paralel di dua jurusan berbeda: manajemen bisnis di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) IPWIJA dan ilmu hukum di Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya. Ia lulus sebagai yang terbaik.
Christina melanjutkan pendidikan magister ilmu hukum di Universitas Indonesia (UI) dan lulus sebagai salah satu dari tiga lulusan terbaik.
Dalam dunia akademik, ia pernah menjadi dosen di Fakultas Hukum Unika Atma Jaya antara 2012-2014, dan saat ini sedang menyelesaikan penelitian untuk mendapatkan gelar doktor dalam ilmu hukum di UI.
Christina bergabung dengan Partai Golkar pada tahun 2006 dan telah menduduki berbagai posisi strategis dalam partai, termasuk Ketua DPP Partai Golkar, Ketua Perwakilan Partai Golkar di Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, serta Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar.
Saat ini, Christina resmi menjabat sebagai Wakil Menteri PPMI/Waka BP2MI periode 2024-2029.
Kementerian PPMI/BP2MI akan memfokuskan diri pada dua isu utama yang disampaikan oleh Menteri PPMI/Kepala BP2MI Abdul Kadir Karding setelah pelantikan kabinet, yakni penguatan perlindungan untuk mencegah eksploitasi terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan memperluas negara-negara tujuan PMI untuk mengurangi pengangguran di Indonesia.
BP2MI adalah transformasi dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 90 tahun 2019.
Pada pemerintahan sebelumnya, BP2MI berstatus sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden melalui menteri ketenagakerjaan. Kini, pada era pemerintahan Prabowo-Gibran, BP2MI berubah menjadi kementerian dalam komposisi Kabinet Merah Putih.- ***
