Sosok

Melawan Penuaan Bryan Keluarkan Kocek 31 Miliar per Tahun

×

Melawan Penuaan Bryan Keluarkan Kocek 31 Miliar per Tahun

Sebarkan artikel ini
bryan
Bryan Johnson miliarder Amerika tempuh jalur medis transfusi plasma, agar tetap awet muda. instagram @bryanjohnson

KITAINDONESIABARU.COM – Miliarder Amerika Serikat, Bryan Johnson, pengusaha teknologi, menjadi sorotan karena obsesinya dengan anti-penuaan.

Pria 47 tahun ini setiap tahun menginvestasikan 2 juta dollar AS atau sekitar Rp 31 miliar dalam kurs saat ini agar terus awet muda.

Baru-baru ini Bryan melakukan terapi terbarunya dengan menjalani Therapeutic Plasma Exchange atau TPE.

Apa itu TPE? Yuk simak ulasannya.

Dia melakukan transfusi plasma dari putranya sebanyak satu liter enam kali sebulan, meskipun praktik ini telah dihentikan, karena kurangnya manfaat yang terlihat.

Dia juga menjalani terapi sel induk untuk memperbaiki jaringan tubuh, meskipun penggunaan sel dari donor belum disetujui oleh FDA.

Juga melakukan botox pada organ intim dan terapi gelombang kejut untuk meningkatkan fungsi seksual.

Metode-metode ini sering kali menimbulkan kritik dari kalangan medis.

Transfusi plasma dalam proyek Bryan Johnson menjadi kontroversial karena beberapa alasan utama:

Bryan Johnson sendiri mengungkapkan bahwa transfusi plasma darah dari putranya tidak memiliki manfaat signifikan bagi dirinya.

Setelah memeriksa berbagai biomarker dari cairannya, dia menyatakan bahwa “pertukaran plasma muda mungkin bermanfaat untuk populasi yang secara biologis lebih tua atau kondisi tertentu, tapi itu tidak berlaku dalam kasus saya.”

Praktik transfusi plasma darah dari individu yang lebih muda ke individu yang lebih tua merupakan praktek yang belum disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Posisi ini didukung oleh FDA, yang telah memperingatkan agar tidak melakukan prosedur tersebut.23
Keterlibatan Putranya: Bryan Johnson menggunakan putranya sebagai donor plasma darah, yang meningkatkan kompleksitas etis dari proyek ini.

Praktik ini menimbulkan pertanyaan moral tentang perlindungan hak anak dan potensi dampak negatif pada kesehatan anak.

Kontroversi ini terkait dengan kurangnya bukti efektivitas transfusi plasma dalam memperlambat penuaan, serta masalah etis terkait penggunaan donor yang relatif muda dan hubungan familial dalam prosedur medis.

Bryan Johnson adalah seorang wirausahawan, investor ventura, penulis, dan penemu Amerika Serikat. Dia lahir pada 22 Agustus 1977. Johnson dikenal karena berbagai prestasinya dalam dunia teknologi dan bisnis, serta obsesi yang kuat terhadap anti-kematian.

Johnson mendirikan Braintree pada tahun 2007. Perusahaan ini berfokus pada sistem pembayaran mobile dan web, dan pada tahun 2012, Braintree mengakuisisi Venmo.

Pada September 2013, PayPal membeli Braintree senilai $800 juta, dengan Johnson mendapatkan sekitar $300 juta dari penjualan tersebut

Pada Oktober 2014, Johnson mendirikan OS Fund dengan investasi $100 juta dari kapital pribadinya. OS Fund difokuskan pada investasi awal dalam perusahaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Johnson juga mendirikan Kernel pada tahun 2016 dengan investasi $100 juta dari kapital pribadinya.

Perusahaan ini berfokus pada pengembangan perangkat yang dapat merekam aktivitas otak, termasuk Alzheimer’s disease, aging, concussions, meditation states, dan stroke. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *