Sejak diorbitkan oleh Masahiro Maniko, Pada tahun 1970, ia memiliki peran utama dalam Blind Woman’s Curse yang disutradarai oleh Teruo Ishii, dan dari tahun 1970 hingga 1971 ia muncul dalam seri film bergenre kriminal dan petualangan yang berjudul Stray Cat Rock, sebuah film yang memiliki 5 seri berturut-turut. Hanya memakan satu tahun proses pembuatan untuk menghasilkan 5 film dengan tema yang kurang lebih sama yaitu kenakalan remaja. Serial film Stray Cats Rock ini agak unik karena setiap film memiliki jalan cerita serta penokohan karakter yang berbeda-beda namun yang pasti Meiko Kaji selalu tampil sebagai tokoh utamanya.
Stray Cats Rock bisa dibilang adalah awal dari sepak terjang Meiko mendapatkan julukan wanita yang bebas, punya banyak pilihan hidup dan sebagainya. Nama Meiko cepat terdengar dan dibicarakan dari mulut ke mulut. Beruntunglah karir Meiko Kaji lahir di saat yang tepat ketika era Flowers Generation sedang mewabah dan film-film dengan tema kebebasan atau kehidupan yang bohemian sedang sangat digandrungi oleh banyak orang.
Pada tahun 1971, Nikkatsu bergerak lebih ke arah produksi dalam bisnis film pink (era Pinky Violence) yang sedang hangat, dimana pornografi dan gore disatukan. Untuk menghindari peran dalam film-film tersebut, Meiko Kaji pindah ke Perusahaan Toei. Di sana ia berperan sebagai Nami Matsushima / “Matsu the Scorpion”, wanita yang membalas dendam di penjara dalam serial film berjudul Female Prisoner Scorpion. Sekali lagi Meiko bisa membuktikan bahwa dirinya adalah pribadi yang bebas sebebas-bebasnya bahkan ketika dia ada di dalam penjara sekalipun.
Seri Female Prisoner Scorpion ini terbagi menjadi 4 buah film berkelanjutan di mana naskahnya sendiri diambil dari Manga dewasa berjudul sama karya komikus senior Toru Shinohara. Fenomena ini menjadikannya sebagai salah satu kisah balas dendam paling epik sepanjang sejarah perfilman Jepang. Lalu pada tahun 1972, ia kembali berperan dalam series gangster / yakuza berjudul Ginza Butterfly sebagai Higuchi Nami.

