KITAINDONESIASATU.COM– Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengingatkan betapa pentingnya menjaga harga cabai dan bawang. Ini perlu dilakukan, jangan sampai harganya terlalu rendah sehingga merugikan petani.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakn, cabai yang dipanen tiga bulan lalu harganya sempat turun drastis. Padahal saat itu, Bapanas memfasilitasi distribusi dari Banyuwangi ke Pasar Induk Tanah Tinggi. “Saat harga turun, kita bantu distribusi agar cabai tetap terbeli dengan harga tidak rendah. Namun, jika harganya anjlok dan tidak kita bantu, petani bisa kehilangan motivasi untuk menanam cabai,” ugkapnya, kemarin.
Arief juga mengingatkan bahwa harga bawang merah kini mulai mendekati acuan nasional. Kondisi ini harus dijaga agar tetap stabil dan menguntungkan bagi petani dan konsumen. “Jangan sampai petani hanya panen dua kali, lalu berhenti karena harga tak mendukung,” katanya sambil menambahkan keberlanjutan produksi pangan bergantung pada keseimbangan harga dan dukungan pasar.
Pada bagian lain, Arief juga menyoroti tentang minyak goreng Minyakita. Ia mengusulkan agar stok minyak goreng dikelola oleh Bulog, RNI, atau ID FOOD sebanyak 50.000 ton. Dengan stok ini, pemerintah dapat langsung melakukan intervensi saat harga di pasar mengalami kenaikan. “Kalau stoknya ada, kita tinggal intervensi untuk menurunkan harga,” katanya.
Langkah ini penting dilakukan guna menjaga kestabilan harga minyak goreng serta melindungi masyarakat dari gejolak harganya minyak goring, kata Arief.
