Sosok

Duka di Ketinggian: Pendakian Terakhir ‘Mamak Pendaki’ Lilie Wijayanti

×

Duka di Ketinggian: Pendakian Terakhir ‘Mamak Pendaki’ Lilie Wijayanti

Sebarkan artikel ini
FotoJet 17
'Mamak Pendaki' Lilie Wijayanti

KITAINDONESIASATU.COM – Ia dikenal sebagai “Mamak Pendaki”, seorang perempuan tangguh yang telah menaklukkan berbagai gunung di Indonesia meskipun usianya tak lagi muda.

Di usia 60 tahun, semangat petualangan Lilie Wijayati tetap berkobar, layaknya seorang arkeolog dalam film Indiana Jones. Medan berat dan kelelahan tak menghalanginya untuk terus mendaki gunung.

Dalam unggahan di Instagram, Lilie kerap berbagi kenangan masa lalu. Salah satu unggahannya bertuliskan, “Forever Young? Cuma ikut tren aja… Tapi senang juga melihat foto-foto lama, tertawa menertawakan diri sendiri. Kebahagiaan kecil yang berarti ketika kita bisa menerima keadaan dan kondisi kita apa adanya.”

Ia juga mengenang masa-masa awal mendaki, saat masih remaja dengan perlengkapan seadanya, serta pengalaman menjalani pendidikan militer sebelum berkarier di Telkom.

Baginya, pengalaman itu membentuk keberanian yang kini melekat dalam dirinya.

Setelah bertahun-tahun berkarier dan membesarkan anak-anaknya, ia kembali menekuni dunia pendakian pada usia 50 tahun. Perjalanan itu tak selalu mudah—cedera dan rasa sakit sempat menyertainya. Namun, ia tetap teguh melangkah.

Kabar duka datang pada Minggu, 2 Maret 2025. Nama “Mamak Pendaki” mulai beredar di grup WhatsApp komunitas pencinta alam seiring berita tentang dua pendaki yang meninggal di Puncak Carstensz Pyramid, Papua. Informasi itu diperkuat oleh laporan media.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, mengonfirmasi bahwa dua pendaki perempuan asal Jakarta dan Bandung meninggal dunia akibat hipotermia. Salah satu korban adalah Lilie Wijayanti Poegiono, sementara yang lain bernama Elsa Laksono.

Elsa Laksono meninggal dunia saat turun dari puncak akibat Acute Mountain Sickness (AMS) dan telah dievakuasi ke RSUD Mimika.

Sementara itu, Lilie Wijayanti dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 1 Maret 2025, sekitar pukul 02.07 WIT, setelah sempat dievakuasi ke Teras Dua oleh tim pendaki dan pemandu. Jenazahnya dijadwalkan dievakuasi ke Jakarta pada Senin, 3 Maret 2025.

Di tengah tragedi ini, 13 pendaki lainnya, termasuk musisi sekaligus pencinta alam Fiersa Besari serta tiga warga negara asing asal Turki dan Rusia, dipastikan selamat.
Basarnas memastikan bahwa seluruh anggota tim yang tersisa telah berada dalam kondisi aman.

Menurut Kepala Kantor SAR Timika, I Wayan Suyatna, tim pendaki menghadapi kondisi berbahaya karena beberapa anggotanya mengalami gejala AMS saat turun dari puncak.

Pendakian ini juga melibatkan lima pemandu yang semuanya selamat.

Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono adalah teman lama sejak SMA Dempo Malang, Jawa Timur, yang berbagi kecintaan terhadap pendakian.

Kini, “Mamak Pendaki” telah pergi, meninggalkan jejak abadi di puncak-puncak gunung yang pernah ditaklukkannya.

Selamat jalan menuju pendakian terakhir, Lilie Wijayanti.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *