Sosok

Dipurnakan Saja 200 Jenderal Yang Nganggur

×

Dipurnakan Saja 200 Jenderal Yang Nganggur

Sebarkan artikel ini
yoyokriyosudibyo
Yoyok Riyo Sudibyo (ist)

KITAINDONESIASATU.COM-Dalam rapat Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan KSAD, Kasal, serta Kasau, anggota Komisi I DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo menyoroti masalah terkait banyaknya jenderal TNI yang dianggap tidak dimanfaatkan secara optimal.

Suasana rapat yang awalnya berlangsung tenang, mendadak berubah hening ketika Yoyok, anggota Fraksi Partai Nasdem Dapil Jawa Tengah X, secara tegas mengungkapkan kritiknya terhadap struktur TNI.

Mantan Bupati Batang ini. mengenakan jas gelap dan dasi merah, ia menyoroti ketidakefisienan yang menurutnya terjadi di tubuh TNI.

Yoyok menyatakan bahwa banyak perwira tinggi berpangkat jenderal ditempatkan di posisi yang kurang strategis, sehingga seperti “menganggur” dan tidak bekerja secara maksimal.

Baca Juga  Biografi Abdurrahman Wahid

“Yang pertama, bapak pimpinan perlu diketahui juga bahwa di jajaran TNI sekarang, Pak, mungkin ada sekitar lebih dari 200 jenderal yang nganggur, yang namanya staf khusus. Kemudian di TNI AL, TNI AD, dan TNI AU beliau-beliau itu yang bintang satu, bahkan ada yang bintang tiga jadi staf khusus, Bapak Pimpinan,” ungkap Mayor Arh (purn) dalam rapat dengan Menteri Pertahanan dan jajarannya di Gedung MPR/DPR/DPD, Senayana, Senin (25/11/2024).

Menurut Yoyok, para jenderal tersebut sebenarnya memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dan berharga, baik dalam bidang administrasi, kepemimpinan, maupun strategi medan tempur, sehingga penempatan mereka yang tidak optimal merupakan pemborosan sumber daya.

Baca Juga  Biografi Ariel NOAH, Perjalanan Hidup dan Karier Sang Vokalis Legendaris

“Jadi terkait dengan hal ini, yang namanya perwira tinggi ini pengalamannya tidak diragukan lagi. Secara administrasi, memimpin personel, memimpin satuan, bidang atau departemen, bahkan di tempat pertempuran,” imbuhnya.

Setelah memberikan penjelasan tentang kondisi tersebut, Yoyok mengusulkan agar UU yang mengatur TNI ditinjau kembali dan menjadi prioritas bagi Komisi I DPR RI.

“Oleh karenanya tadi yang disampaikan Pak Menhan tentang pembinaan personel, dikaitkan lagi UU TNI, Pak, mohonlah di Komisi I semuanya juga yang terkait UU ini. Ini harus menjadi prioritas, Pak. Bahkan itu sudah ada yang dua tahun lulus Lemhanas loh Pak,” tegas jebolan Akdemi Militer 1994 ini.

Baca Juga  Profil Cheryl Darmadi yang Menjadi Buronan Kejagung dalam Kasus TPPU

Di hadapan Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan para kepala staf angkatan, Yoyok menyarankan agar para jenderal yang tidak memiliki tugas jelas tersebut dipurna tugaskan. Banyak institusi di Kemenhan maupun lembaga pemerintahan lainnya masih membutuhkan pengalaman mereka.

“Maka saya rasa ini perlu perhatian khusus dari Menhan dan Panglima TNI. Kalau memang sudah tidak ada job, ya keluarkan beliau-beliau ini. Kemenhan atau di luar Kemenhan masih butuh banyak tenaga-tenaga beliau,” ujar pria kelahiran Batang, 23 April 1972 ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *