KITAINDONESIASATU.COM – Lahirnya film dokumenter Dirty Vote 2 atau Dirty Vote II o3 yang memberikan pembelajaran penting tentang dunia politik di Indonesia tak lepas dari sosok pria ini dia bernama Dandhy Dwi Laksono.
Setelah sukses versi pertamanya menjelang Pemilu 2024 lalu, kini Dandhy kembali merilis sekuel film itu secara resmi pada Senin, 20 Oktober 2025 yang kini bisa ditonton gratis di channel YouTube.
Sekuel tersebut menyorot proyeksi kondisi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, serta menekankan pergeseran fokus dari sekadar mengungkap dugaan kecurangan pemilu ke analisis soal penguatan agenda oligarki.
Lalu siapa sosok Dandhy Laksono ini? Dia adalah seorang pria tangguh berzodiak Cancer, lahir di Lumajang, Jawa Timur pada 29 Juni 1976 merupakan pasangan dari pasangan Irma Gustiawati.
Dhandy mengenyam pendidikan Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran, Bandung, kemudian banyak menimba ilmu dari pendidikan non formal seperti di luar negeri seperti: Program Internship on Broadcast Journalist Covering Conflict di Ohio University (AS) tahun 2007, kemudian dan Program Broadcasting dari British Council di London tahun 2008.
Di dalam karier kehidupannya Dhandy memulai profesinya sebagai jurnalisme di awal tahun 1990-an hingga tahun 1998 dia bergabung bersama Tabloit Kapital, Majalan Warta Ekonomi kemudian beralih ke media radio, Pas FM, Smart FM, Ramako hingga menjadi seorang stringer di radio ABC Australia.
Dari kariernya di dunia news audio Dhandy kemudian melanjutkan karier ke dunia televisi menjadi produser berita di Liputan 6 SCTV hingga sebagai Kepala Seksi Peliputan di RCTI, bahkan dia juga pernah memimpin majalan dan situ acehkita.com yang merupakan media alternatif di masa pemberlakuan darurat militer di Aceh pada tahun 2003-2025.
Mengutip dari sumber wikipedia, beberapa produk film dokumenter karya Dhandy antara lain Samin vs Semen, Sexy Killer, The Bajau, Pulau Plastik: Perjalanan dan Catatan untuk Masa Depan, The Endgame, Barang Pans hingga Dity Vote yang viral menjelang Pemilu 2024.
Pengalaman Dhandy Laksono didunia jurnalistik sangatlah lengkap baik di dunia tulis menulis, visual hingga hingga sebagai sutradara film dokumenter sehingga tidak heran jika pria ini juga memperoleh banyak penghargaan dan produk tulisan.
beberapa tulsian karya Dhandy antara lain Indonesia For Sale tahun 2009, Menyikap Fakta: Panduan Liputan Investigasi Media Cetak, Radio dan Televisi tahunh 2009, Jurnalisme Ivestigasi: Trik Pengalaman Para Wartawan Indonesia Membuat Liputan Investigas di Media Cetak Radio dan Televisi tahun 2010 kemudian Mematuhi Etik Menjaga Kebebasan Pers tahun 2012.
Pria kelahira Lumajang Jawa Timur ini juga meraih penghargaan bergensi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Award 2008, Karya jurnalistik terbaik liputan investigasi kasus Munir kemudian Ramon Magsaysay Award 2021, Kategoro Emergent Leadership atas kontribusi dalam jurnalisme investigasi dan dokumenter.
Kini dari pengalaman yang lengkap Dhandy Dwi Laksono telah memiliki kemampuan multitalenta dari lintas profesi yang dia geluti tak hanya sebagai jurnalis investigasi, tetapi juga seorang produser film dokumenter yang hebat, sutradara hingga pendiri rumah produksi yang dikelola bersama sang istri. **
