KITAINDONESIASATU.COM – Amalia Adininggar Widyasanti resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu sore di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 28/P Tahun 2025.
Setelah hampir dua tahun menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS sejak 17 Juli 2023, Amalia kini menjadi wanita kedua yang memimpin lembaga ini setelah Sudarti Soerbakti (2000–2004).
Profil Amalia Adininggar Widyasanti
Amalia Adininggar Widyasanti lahir di Bogor pada tahun 1972. Ia dikenal memiliki latar belakang akademis dan keahlian yang sangat luas, khususnya di bidang ekonomi. Amalia memegang gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1995 dan melanjutkan pendidikan Magister Sains di ITB pada 1997.
Ia kemudian melanjutkan studi di luar negeri dan meraih gelar Master of Engineering dari Rensselaer Polytechnic Institute, Troy, Amerika Serikat, pada 1998. Puncak pendidikan Amalia adalah saat ia mendapatkan gelar PhD in Economics dari University of Melbourne, Australia, pada 2005.
Keunggulan pendidikan ini mendukung Amalia dalam meniti karier di berbagai posisi strategis di pemerintahan, terutama di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas.
Perjalanan Karier Amalia Adininggar Widyasanti di Pemerintahan
Sebelum menjabat sebagai Kepala BPS, Amalia memiliki pengalaman panjang di Kementerian PPN/Bappenas. Berikut adalah beberapa posisi strategis yang pernah diemban Amalia:
Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerjasama Ekonomi Internasional (2011–2016): Bertanggung jawab atas perumusan kebijakan terkait perdagangan dan investasi internasional.
Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik (2016–2018): Fokus pada perencanaan makroekonomi dan analisis statistik untuk pembangunan nasional.
Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan (2018–2020): Mengawal sinergi kebijakan ekonomi dan pembiayaan pembangunan.
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas (2020–Januari 2025): Mengelola perumusan kebijakan ekonomi nasional.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Inovasi Digital (Januari 2025): Bertugas mengembangkan sektor-sektor unggulan dan inovasi digital.
Dua jabatan terakhir ini diemban Amalia bersamaan dengan tugasnya sebagai Plt Kepala BPS sebelum akhirnya dilantik sebagai Kepala BPS definitif.
Keahlian dan Kontribusi Amalia Adininggar Widyasanti di Bidang Ekonomi
Amalia memiliki keahlian di bidang ekonomi makro, ekonomi internasional dan moneter, perdagangan internasional, ekonomi pembangunan, serta pemodelan ekonomi. Keahlian ini menjadikannya sosok yang tepat untuk memimpin BPS, lembaga yang memiliki peran krusial dalam menyediakan data statistik berkualitas untuk perumusan kebijakan nasional.
Pengalaman dan keahliannya ini diharapkan mampu membawa BPS ke arah yang lebih strategis dan inovatif, terutama dalam mengintegrasikan data sebagai dasar pembangunan nasional.
Fokus Kepemimpinan Amalia di BPS: Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional
Dalam pidato perdananya sebagai Kepala BPS, Amalia menegaskan bahwa fokus utama kepemimpinannya adalah finalisasi dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional ini untuk menyatukan semua data sehingga nanti program pembangunan akan menggunakan satu referensi yang sama. Tentunya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional akan digunakan untuk program bantuan-bantuan pemerintah,” ujar Amalia.
Dengan data tunggal ini, diharapkan program-program pemerintah akan lebih tepat sasaran, efisien, dan efektif karena semua kebijakan pembangunan akan merujuk pada satu sumber data yang terintegrasi.
Mengapa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Penting?
Pengambilan Keputusan yang Lebih Akurat: Data tunggal mengurangi risiko ketidaksesuaian informasi antar lembaga, sehingga pengambilan keputusan berbasis data menjadi lebih tepat.
Efisiensi Program Bantuan Pemerintah: Data yang terintegrasi membantu pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial secara lebih efektif dan mengurangi tumpang tindih.
Penguatan Kebijakan Pembangunan: Program pembangunan akan lebih terukur dan berdampak karena merujuk pada data yang sama dan valid.
Meningkatkan Kepercayaan Publik: Data yang transparan dan akurat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.
Tantangan dan Harapan Amalia Adininggar Widyasanti di Masa Depan
Mengelola BPS di era digital seperti saat ini tentu bukan hal yang mudah. Amalia harus menghadapi tantangan dalam hal:
Integrasi Data dari Berbagai Sumber: Menyatukan data dari berbagai kementerian dan lembaga memerlukan strategi dan koordinasi yang kuat.
Keamanan dan Privasi Data: Perlindungan data pribadi menjadi aspek penting dalam implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Pemanfaatan Teknologi: BPS harus terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi terbaru untuk pengumpulan, pengolahan, dan analisis data.
Meski demikian, dengan latar belakang dan pengalaman Amalia, diharapkan BPS akan semakin maju dan mampu memenuhi kebutuhan data untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Pelantikan Amalia Adininggar Widyasanti sebagai Kepala BPS membawa harapan baru bagi perbaikan sistem data statistik di Indonesia. Keahlian, pengalaman, dan latar belakang pendidikannya menjadi modal penting dalam memimpin BPS, terutama dalam mewujudkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang akan mendukung program-program pembangunan pemerintah.
Dengan fokus pada integrasi data dan pemanfaatan teknologi, di bawah kepemimpinan Amalia, BPS diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa.






