Keterampilan mereka dapat langsung diakses oleh wisatawan, menjadikan pariwisata sebagai salah satu sumber pemicu kreativitas dan penghasilan langsung bagi kelas kreatif yang bekerja secara mandiri.
Tantangan yang Harus Diperhatikan
Meski potensinya sangat besar, pemanfaatan pekerja gig di sektor pariwisata juga memiliki kelemahan:
- Mengandalkan pekerja lepas atau pengemudi/pengantar makanan berbasis aplikasi dalam ekosistem pariwisata sering kali berarti mereka tidak mendapatkan perlindungan kerja yang layak, seperti asuransi atau upah minimum yang tetap.
- Platform pariwisata berbasis gig seperti platform e-commerce untuk homestay membebankan komisi atau biaya layanan yang cukup tinggi, yang bisa mencapai 15-30% dari total pendapatan yang seharusnya diterima oleh masyarakat lokal.
- Sifat pekerja lepas dan kontraktor independen yang cenderung bekerja sendiri dapat menyebabkan kurangnya kohesi atau tumpang tindih dalam ekosistem kreatif dan pariwisata di suatu kota. (*)

