Kini, di tengah perang, kapal tanker enggan melintas, perusahaan pelayaran raksasa menangguhkan operasi, dan harga minyak mentah Brent melonjak mendekati USD 80 per barel.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah efek jangka panjangnya: biaya energi yang tinggi akan merambat ke semua sektor, dari transportasi hingga manufaktur, memicu inflasi global yang sulit dikendalikan.
Krisis Pangan Global di Depan Mata
Dampak ekonomi perang Iran tidak berhenti di energi. Perang ini secara diam-diam telah mengganggu jalur perdagangan pupuk dunia.
Negara-negara Teluk adalah pemasok utama urea, amonia, dan fosfat—bahan baku kritis untuk pertanian. Ketika pasokan pupuk terhambat, biaya produksi pertanian meroket.
Ini adalah bom waktu bagi ketahanan pangan global, terutama bagi negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada impor pangan.
