Opini Kita

Andi Asmara: Ketika Politik Menjadi Aksi, Bukan Sekadar Janji

×

Andi Asmara: Ketika Politik Menjadi Aksi, Bukan Sekadar Janji

Sebarkan artikel ini
ANDI

Ketika Ekonomi Bertumbuh dari Akar Rumput

Siang itu di Lubuk Linggau, Andi berdiri di tengah hiruk-pikuk ajang balap “Drag Race dan Drag Bike Championship.” Namun, bukan hanya deru mesin yang menarik perhatiannya. Di sekeliling lintasan, puluhan pedagang kaki lima tengah sibuk melayani para pembeli.

“Bayangkan jika setiap event bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat,” ucap Andi sambil tersenyum.

Itulah mengapa ia menggagas program “Re-Branding” dan “Modal Ngejut” untuk UMKM di Sumsel. Bagi Andi, ekonomi yang kuat bukan hanya soal gedung pencakar langit atau investasi miliaran rupiah. Ekonomi yang kuat adalah ketika warung kecil bisa berkembang, pedagang kaki lima bisa naik kelas, dan UMKM bisa merajai pasar lokal.

Mata yang Melihat Lebih Jauh

Pagi itu, seorang ibu tua menggenggam erat tangan Andi. Matanya berkaca-kaca saat menerima sepasang kacamata gratis. Sudah bertahun-tahun ia sulit membaca dengan jelas, dan hari itu, ia bisa melihat dunia dengan lebih terang.

Program pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis yang digelar Andi bukan sekadar bantuan medis. Ini adalah simbol dari visinya yang lebih luas—bahwa setiap orang berhak melihat masa depan yang lebih baik, bukan hanya dalam arti harfiah, tetapi juga dalam kehidupan.

Membawa Warna Baru dalam Politik Sumsel

Di tengah gemuruh politik yang seringkali terasa jauh dari keberpihakan rakyat, Andi Asmara hadir dengan pendekatan yang berbeda. Ia percaya bahwa politik harus kembali ke esensinya: yakni melayani, bukan sekadar berkuasa.

Di bawah kepemimpinannya, Partai Perindo di Sumsel semakin solid. Struktur partai diperkuat, kader-kadernya bergerak aktif, dan yang terpenting, politik yang mereka bangun adalah politik yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *