KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok meninjau lokasi Setu Pengarengan, Kecamatan Sukmajaya.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembangunan pompa air yang direncanakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Depok Tahun Anggaran 2026.
Yeti Wulandari Tinjau Persiapan Pompa Air
Dalam peninjauan tersebut, Yeti Wulandari melihat langsung kondisi Setu Pengarengan bersama tim Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kota Depok.
Menurut Yeti, Setu Pengarengan menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya pengendalian debit air dan pengurangan risiko banjir di wilayah Kota Depok.
“Kita bersama tim dari SDA DPUPR Kota Depok meninjau langsung Situ Pengarengan, yang nantinya akan dibangun di anggaran perubahan APBD tahun anggaran 2026 ini,” ujar Yeti, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pembangunan pompa air tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan debit air, terutama ketika terjadi peningkatan curah hujan.
Yeti Wulandari Soroti Risiko Banjir di Dua Kecamatan
Yeti mengatakan, upaya pengurangan risiko banjir perlu dilakukan secara menyeluruh, khususnya di Kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Cimanggis.
Di Kecamatan Sukmajaya, wilayah yang menjadi perhatian antara lain Taman Duta dan Kompleks Mutiara Depok.
Sementara di Kecamatan Cimanggis, wilayah yang menjadi perhatian mencakup RW 1 hingga RW 3 dan RW 15 hingga RW 16 Kelurahan Tugu, Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2, serta RW 5 Perumahan Savana.
Menurut Yeti, peningkatan debit air selama ini berdampak terhadap sejumlah wilayah di dua kecamatan tersebut.
Yeti Dorong Penanganan dari Hulu hingga Hilir
Yeti Wulandari menilai penanganan aliran air perlu dilakukan mulai dari bagian hulu hingga hilir.
“Debit air yang terus bertambah selama ini mengakibatkan banjir di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Cimanggis. Perlu dilakukan pembenahan mulai dari hulunya di Setu Pengarengan, Kecamatan Sukmajaya, sampai hilirnya di Setu Pedongkelan, Kecamatan Cimanggis,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, pengendalian aliran air diharapkan tidak hanya dilakukan pada titik yang mengalami genangan, tetapi juga memperhatikan jalur aliran air dari hulu hingga kawasan hilir.
Pompa Air Setu Pengarengan Masuk APBD Perubahan 2026
Pembangunan pompa air di Setu Pengarengan direncanakan melalui APBD Perubahan Kota Depok Tahun Anggaran 2026.
Yeti mengatakan, pembangunan pompa air di lokasi tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan debit air ketika curah hujan tinggi.
Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi potensi genangan di wilayah yang berada di sepanjang aliran air.
“InsyaAllah, mudah-mudahan pada saat curah hujan tinggi dimulai di bulan Oktober dan November nanti, pompa air yang dibangun dapat mengurangi debit air,” tutup Yeti.
Pengendalian Banjir Jadi Perhatian
Peninjauan Setu Pengarengan oleh Yeti Wulandari bersama DPUPR Kota Depok menjadi bagian dari persiapan pembangunan infrastruktur pengendalian air.
Melalui pembangunan pompa air tersebut, pengendalian debit air diharapkan dapat berjalan lebih optimal saat curah hujan tinggi, sehingga potensi genangan di sejumlah wilayah Kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Cimanggis dapat dikurangi.





