KITAINDONESIASATU.COM – Yenny Wahid membela rencana renovasi Pondok Pesantren Al Khoziny yang menggunakan APBN, yang sempat menuai penolakan publik. Ia menekankan bahwa pesantren tidak pernah mencari kekayaan, lahir dari niat dan keikhlasan dalam menuntut ilmu.
Menurut Yenny, yayasan Al Khoziny sangat kekurangan biaya sehingga pembangunan gedung bukan dikerjakan oleh ahlinya.
“Pesantren tidak mampu membayar arsitek mahal dan banyak hal yan akhirnya dikerjakan sendiri, bukan oleh para ahli,” katanya dikutip dari Instagram @yennywahid pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Selain itu, Yenny juga menyinggung kritik media terhadap budaya feodal di pesantren. Ia menilai tudingan bahwa pemilik atau kyai hanya memperkaya diri sendiri sangatlah tidak tepat.
“Sekarang ada yang menuduh kyai hidup bermewah-mewah, naik alphard. Sementara santrinya hidup sederhana. Kenyataannya, yang punya mobil mewah mungkin hanya satu dua orang saja dari jutaan kyai yang mengabdi dengan keikhlasan,” jelasnya.
Yenny menekankan bahwa meski beberapa kyai memang berkecukupan, penghasilan mereka diperoleh dari usaha sampingan sebagai pengusaha. Harta tersebut juga digunakan untuk membangun dan melengkapi fasilitas pesantren.
“Ada yang punya bisnis agar pesantren bisa terus berjalan tanpa membebani para santri,” ujarnya. (*)


