KITAINDONESIASATU.COM – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi melakukan gebrakan besar dengan mengakuisisi aset properti strategis di Makkah, Arab Saudi. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Indonesia untuk membangun “Kampung Haji Indonesia”, sebuah kawasan terpadu yang bertujuan meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus menciptakan efisiensi anggaran haji dalam jangka panjang.
Aset utama yang diakuisisi adalah Novotel Makkah Thakher City, sebuah hotel megah dengan kapasitas 1.461 kamar. Selain bangunan hotel, Danantara juga mengamankan lahan seluas kurang lebih 5 hektare di kawasan Thakher City.
Lokasi ini dinilai sangat premium karena hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, jauh lebih dekat dibandingkan rata-rata pemukiman jemaah Indonesia saat ini yang mencapai 5 kilometer.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa investasi senilai USD 500 juta atau sekitar Rp8,33 triliun ini adalah solusi atas masalah fluktuasi biaya haji yang terus meningkat. Menurutnya, selama ini Indonesia sangat bergantung pada vendor lokal Arab Saudi yang harga sewanya terus melonjak setiap tahun.
“Dengan memiliki aset sendiri, kita memiliki kendali penuh atas biaya akomodasi. Langkah ini diprediksi akan menekan biaya haji secara signifikan karena kita tidak lagi menyewa properti milik pihak ketiga,” ujar Rosan.
Di atas lahan tersebut, rencananya akan dibangun 13 tower tambahan yang mampu menampung hingga 23.000 jemaah, lengkap dengan fasilitas mal dan pusat logistik. Konstruksi fisik dijadwalkan mulai berjalan pada akhir tahun 2026. Selain digunakan saat musim haji, aset ini juga akan dikomersialkan untuk jemaah umrah sepanjang tahun guna memberikan keuntungan bagi kas negara.
Melalui kemandirian akomodasi ini, pemerintah optimistis kualitas layanan katering, transportasi, dan keamanan bagi jemaah akan lebih terjamin dan terstandardisasi secara mandiri oleh Indonesia.(*)

