KITAINDONESIASATU.COM – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Brazil bernama Juliana ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam jurang sedalam 400 meter di Gunung Rinjani. Jenazahnya baru berhasil dievakuasi pada Selasa, 24 Juni 2025, setelah 48 jam berada di dalam jurang tanpa makanan dan minuman serta menghadapi suhu dingin ekstrem.
Lambatnya proses penyelamatan memicu kemarahan publik Brazil, yang turut menyoroti kinerja pemerintah Indonesia dalam menangani insiden ini. Banyak pula yang mengkritik pemandu Juliana karena dianggap lalai, apalagi Juliana diketahui sebagai pendaki pemula.
Pemandu bernama Agam disebut meninggalkan Juliana sendirian demi mengantar teman korban yang ingin melanjutkan pendakian ke puncak, sementara Juliana saat itu sudah kelelahan dan tak sanggup berjalan menurun.
“Infonya korban gak kuat nanjak, terus mau dianter turun juga kecapekan katanya. Jadi ditinggal karena temennya juga milih mau lanjut naik. Guidenya jadi nganter yang temennya ini ke atas. Semua ada andil salah di sini,” tulis akun X @Schatzcc.
Pernyataan ini juga diperkuat oleh warganet asal Brazil yang mengungkap bahwa Juliana ditinggalkan tanpa makanan dan minuman di gunung yang curam, meski memiliki keterbatasan penglihatan akibat miopia minus 5.
“Kami juga marah karena Juliana ditinggalkan sendirian oleh pemandu di gunung yang sangat curam padahal dia menderita+minus 5 derajat miopia. Dia hampir tidak bisa melihat! Dia tidak memakai kacamata karena peralatan yang digunakan, itulah sebabnya dia terpeleset,” terang akun X @iwontmove.

