Ia menekankan bahwa kolaborasi yang dibangun tidak semestinya hanya berorientasi pada investasi material. Pertukaran gagasan dan pengalaman juga dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial yang ada di Kabupaten Garut.
“Selanjutnya, saya juga berharap pertemuan hari ini tidak hanya berbicara soal Investment materiil, uang, finansial, tapi saya pun membutuhkan solusi-solusi, atau membutuhkan perputaran insight yang sifatnya untuk menyelesaikan masalah sosial di Kabupaten Garut,” tegasnya.
Putri juga mengapresiasi investor yang hadir karena tidak hanya menawarkan peluang investasi, tetapi turut memberikan masukan kepada para pelaku usaha lokal.
“Event investment summit kecil-kecilan ini saya rasa cukup berhasil, tepuk tangan dulu untuk panitia. Saya terkesima dengan investor-investor yang sudah berbaik hati terutama memberi masukan, karena pasti kami sangat membutuhkan masukan-masukan itu ke teman-teman pengusaha,” ungkapnya.
Investor Beri Masukan kepada Pelaku Usaha
Rangkaian Wirahebat 2026 juga diisi diskusi interaktif dan lokakarya bersama sejumlah ahli. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus melihat tantangan baru dalam mengembangkan bisnis.
Menurut Putri, pengalaman tersebut penting agar pelaku usaha tidak hanya mendapatkan tambahan modal, tetapi juga memiliki wawasan untuk memperkuat bisnis dan menghadapi perubahan ke depan.





