KITAINDONESIASATU.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan berakhirnya wabah Hantavirus yang sempat terjadi di kapal pesiar MV Hondius.
Keputusan tersebut diambil setelah seluruh proses pemantauan terhadap kontak terakhir selesai dilakukan dan tidak ditemukan lagi kasus baru yang berkaitan dengan penularan virus tersebut.
Wabah ini sebelumnya menjadi perhatian dunia karena melibatkan galur Andes hantavirus yang tergolong langka.
Jenis virus tersebut umumnya ditemukan di wilayah Amerika Selatan, khususnya Argentina dan Chile, sehingga kemunculannya di kapal pesiar internasional memicu respons cepat dari otoritas kesehatan global.
Secara keseluruhan, wabah tersebut menginfeksi 13 orang dan menyebabkan tiga kematian. Meski demikian, tidak ada tambahan kasus yang dilaporkan sejak akhir Mei 2026 sehingga WHO menyatakan rantai penularan telah berhasil dihentikan.
Pelacakan Kontak Internasional Berhasil Kendalikan Wabah Hantavirus
MV Hondius diketahui memulai pelayarannya dari Ushuaia, Argentina, sebelum melintasi sejumlah wilayah di Samudra Atlantik Selatan hingga berakhir di Rotterdam, Belanda.
Setelah tiba, kapal menjalani proses pembersihan dan disinfeksi menyeluruh sebelum kembali diizinkan beroperasi.
Keberhasilan mengendalikan wabah juga didukung pelacakan kontak berskala internasional. Otoritas kesehatan berhasil mengidentifikasi lebih dari 650 orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien.
Mereka dipantau secara ketat di 33 negara dan wilayah untuk memastikan tidak terjadi penyebaran lanjutan.


