NewsBerita Utama

Waspada Sejumlah Wilayah Jatim 10 Hari Kedepan Cuaca Ektrem Mulai Meningkat

×

Waspada Sejumlah Wilayah Jatim 10 Hari Kedepan Cuaca Ektrem Mulai Meningkat

Sebarkan artikel ini
BMKG Beberkan Alasan Hujan Masih Turun
BMKG Beberkan Alasan Hujan Masih Turun

KITAINDONESIASATU.COM – Beberapa hari belakangan ini angin terasa kencang di sekitar kita di Surabaya dan sekitarnya sebagai pertanda kewaspadaan memasuki cuaca ekstrem yang terjadi, Kamis (22/1/2026).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Juanda merilis adanya kewaspadaan terjadinya cuaca ekstrem yang akan terjadi hingga 30 Januri 2026.

“Waspadai potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Jawa Timur, yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi pada periode 21 – 30 Januari 2026,” tulis akun instagram @infobmkgjuanda.

Disebutkan dalam unggahan itu beberapa hal yang oleh masyarakat di wilayah Jawa Timur adanya dampak yang diakibatkan oleh sktifnya Monsun Asia dan adanya pola pertemuan angin (konvergensi) di atas wilayah Jatim, hingga kita rasakan adanya angin kencang yang terjadi sepanjang hari.

Kemudian beberapa lain adanya gangguan atmosfer MJO dan Equatorial Rossby yang melintasi wilayah Jatim.

Merupakan gelombang atmosfer yang bergerak ke timur setiap 30-60 hari, meningkatkan potensi hujan, sementara Equatorial Rossby (Rossby Ekuator) adalah gelombang atmosfer di sekitar khatulistiwa yang bergerak ke barat.

Peristiwa ini memicu pertumbuhan awan hujan dan sering menjadi penyebab hujan deras bahkan di musim kemarau, keduanya berperan dalam dinamika cuaca ekstrem di Indonesia.

Di sisi lain hangatnya suhu muka laut di Selat Madura dan labilnya atmosfer lokal Jatim yang memicu adanya pertumbuhan awan konvektif (Cumulonimbus) yang masif, menyebabkan hujan intensitas sedang hingga lebat, petir, dan angin kencang.

Peristiwa ini berpotensi menimbulkan banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta gangguan pada transportasi dan aktivitas sehari-hari, terutama di wilayah dengan topografi curam seperti pegunungan dan tebing di Jawa Timur.

Oleh karena itu BMKG Juanda menghimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan dampak bencana, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, dan pohon tumbang, dan tetap Tenang dan Waspada, serta Utamakan Keselamatan.

Adapun wilayah Jawa Timur yang masuk dalam daftar potensi terdampak cuaca ekstrem cukup luas, mencakup hampir seluruh kabupaten dan kota yang diprediksi terjadi pada periode 21 – 30 Januari 2026.

Wilayah yang terdampak cuaca ektrem meliputi, Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang, Malang, Pasuruan, Probolinggo, hingga Situbondo di wilayah tapal kuda. Daerah lain seperti Kabupaten dan Kota Kediri, Blitar, Mojokerto, Madiun, serta Kota Batu juga perlu meningkatkan kewaspadaan.

Wilayah Madura seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep turut masuk dalam daftar daerah berisiko.

Kemudian kawasan barat dan selatan Jawa Timur seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Ponorogo, Ngawi, Magetan, Nganjuk, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, hingga Kota Surabaya juga berpotensi terdampak.

Oleh karena itu BMKG menghimbau masyarakat agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem serupa hingga terjadi 10 hari kedepan.

Jika ingin mengatahui kondisi cuaca bisa mengakses melalui : https://stamet-juanda.bmkg.go.id atau whatsApp 0895800300011. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *