KITAINDONESIASATU.COM – Menyikapi peningkatan kasus Varicella (cacar air) dan Mumps (gondongan) di beberapa daerah di Indonesia, Dinas Kesehatan Kota Bogor memberikan peringatan kepada masyarakat untuk lebih waspada. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, ia menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta langkah-langkah pencegahan.
“Cacar air atau Varicella adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Penyakit ini mudah menyebar melalui udara dan kontak langsung dengan cairan dari lepuhan kulit penderita,” jelas Retno, kepada kitaindonesiasatu.com, Minggu, 27 Oktober 2024.
“Gejalanya biasanya muncul 10-21 hari setelah terpapar, dimulai dengan demam yang diikuti ruam merah yang berubah menjadi lepuhan berisi cairan di seluruh tubuh,” lanjutnya.
Meskipun umumnya cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, dr. Retno mengingatkan bahwa penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada bayi, orang dewasa, ibu hamil, atau individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Selain cacar air, Retno juga menjelaskan tentang gondongan atau Mumps yang disebabkan oleh virus mumps dan menyebar melalui percikan air liur penderita ketika batuk atau bersin. “Gondongan biasanya menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau divaksinasi juga berisiko tertular,” kata Retno.
“Gejalanya muncul sekitar 16-18 hari setelah paparan, dimulai dengan demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Ciri khasnya adalah pembengkakan kelenjar parotis, yang membuat wajah terlihat bengkak di sekitar pipi dan rahang,” tambahnya.
Gondongan umumnya akan sembuh dalam beberapa minggu, tetapi pada beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi seperti radang testis atau ovarium, bahkan radang otak (ensefalitis).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, tren kasus cacar air di Kota Bogor menurun dari 362 kasus pada September menjadi 329 kasus pada Oktober 2024. Namun, kasus gondongan justru sedikit meningkat, dari 149 kasus pada September menjadi 153 kasus pada Oktober. Dari data periode 1-24 Oktober 2024, kasus cacar air paling banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Mekarwangi dengan 26 kasus, sementara kasus gondongan terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Bondongan dengan 15 kasus. Hingga saat ini, belum ditemukan klaster Varicella atau Mumps di Kota Bogor.
Lebih lanjut, Retno menjelaskan bahwa Varicella dan Mumps umumnya dianggap sebagai penyakit endemis di Indonesia, sehingga kasusnya tetap ada pada tingkat stabil meskipun bisa mengalami fluktuasi musiman.
“Kedua penyakit ini tidak termasuk dalam kategori penyakit potensial kejadian luar biasa (KLB) atau wabah, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501 Tahun 2010. Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) difokuskan pada penyakit yang dapat menyebabkan wabah serius dan komplikasi berat, seperti demam berdarah, campak, diare akut, pertussis, dan difteri,” tegas Retno.
Ia juga menekankan bahwa pengendalian penyakit Varicella dan Mumps dilakukan melalui sistem pengendalian rutin oleh puskesmas, termasuk tindakan kuratif dan pencatatan medis.
“Pengendalian kedua penyakit ini dilakukan melalui pencatatan di puskesmas, dan masyarakat diharapkan melakukan tindakan pencegahan mandiri, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” ucap Retno.
Dinas Kesehatan Kota Bogor juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengonsumsi makanan bergizi untuk memperkuat daya tahan tubuh.
“Jika ada gejala, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan mengurangi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan,” tutup Retno.- *** (Nicko)


