News

Warga Brazil Jatuh di Gunung Rinjani dan Terjebak 36 Jam, Proses Evakuasi Terhambat

×

Warga Brazil Jatuh di Gunung Rinjani dan Terjebak 36 Jam, Proses Evakuasi Terhambat

Sebarkan artikel ini
Tragedi Juliana Marins di Rinjani Disorot Media Dunia, Brasil Kirim Dukungan untuk Keluarga Korban
Tragedi Juliana Marins di Rinjani Disorot Media Dunia, Brasil Kirim Dukungan untuk Keluarga Korban

KITAINDONESIASATU.COM – Seorang pendaki asal Brazil bernama Juliana dilaporkan mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Indonesia, pada Sabtu, 21 Juni 2025. Juliana disebut jatuh dan terjebak selama 36 jam di medan yang sulit dijangkau.

Menurut kabar yang beredar, korban sempat terlihat masih hidup melalui pantauan drone saat pencarian awal. Namun setelah itu, jejaknya menghilang.

“Wktu pake drone msih hidup tp skrng gaada titik temu. komennya pada nyalahin KETERBATASAN indo,” lanjut salah satu akun media sosial.

Pernyataan dari adik korban juga dikutip oleh warganet, yang mengungkapkan bahwa selama 36 jam pertama, Juliana tidak mendapatkan bantuan dasar meskipun sudah diketahui bahwa ia masih hidup.

“Guys itu gue ngutip dari komentarnya warga brazil ya, adek korban speak up kmrin slm 36 jam prtama ga dikasih minum, makanan, dan pakaian hangat pdhl udah tau klo korban masih hidup.”

Dari informasi yang dibagikan akun Instagram @mountnesia, proses evakuasi dimulai sejak Sabtu pukul 14.32 WITA. Pada pukul 20.00 WITA, Juliana diketahui semakin terperosok dan tali sepanjang 300 meter belum mampu menjangkau posisinya. Tim SAR sempat memanggil korban, namun tidak mendapat respons.

Pemerintah Provinsi NTB segera menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur melalui konferensi video guna menentukan langkah penyelamatan berikutnya. Mengingat batas waktu kritis 72 jam, Gubernur NTB menyarankan penggunaan helikopter sebagai opsi evakuasi cepat.

Meski demikian, penggunaan helikopter menghadapi tantangan seperti kapasitas angkut air serta kondisi cuaca ekstrem. Sebelumnya, kawasan Gunung Rinjani dilaporkan diselimuti kabut tebal, yang mengganggu jarak pandang tim penyelamat. Akibatnya, Tim SAR sempat menarik diri sementara hingga situasi dinyatakan cukup aman untuk melanjutkan proses evakuasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *