Kemnaker juga mengajak komunitas teknisi ponsel di berbagai daerah untuk mulai mempersiapkan diri. Kompetisi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang untuk mengukur kemampuan teknisi berdasarkan standar kompetensi yang dibutuhkan industri.
Menurut Afriansyah, perkembangan teknologi membuat tuntutan terhadap profesi teknisi ikut berubah. Karena inovasi terus bermunculan, kemampuan teknisi juga perlu diperbarui agar tidak tertinggal.
“Dengan begitu, kualitas SDM teknisi nasional dapat menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang semakin modern,” katanya.
Kompetensi Jadi Modal Bersaing di Tingkat Global
Penguatan kompetensi teknisi ponsel sesuai kebutuhan industri dinilai penting karena perkembangan teknologi berlangsung semakin cepat. Teknisi dituntut mampu beradaptasi dengan inovasi sekaligus menangani persoalan teknis secara tepat.
Afriansyah berharap kompetisi yang disiapkan Kemnaker dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas teknisi Indonesia. Kemampuan yang teruji diharapkan membuat para teknisi semakin siap menghadapi persaingan, termasuk di tingkat global.




