KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, menegaskan bahwa peredaran narkotika dan ancaman terorisme tetap menjadi isu serius yang mengancam keamanan nasional dan kesehatan masyarakat.
Sepanjang 2024, upaya penindakan terhadap sindikat narkoba semakin gencar, dengan pengungkapan sejumlah kasus besar yang melibatkan penyelundupan sabu dari luar negeri.
“Salah satu kasus menonjol tahun ini adalah terungkapnya jaringan narkotika internasional yang menggunakan jalur laut dan perbatasan lintas negara untuk penyelundupan. Mengatasi penyelundupan narkotika lintas batas membutuhkan penegakan hukum yang melibatkan kerja sama antarnegara. Selain itu, penguatan peran Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional menjadi langkah krusial dalam menghentikan peredaran narkoba yang merusak generasi muda kita,” ujar Adies, dikutip dari Parlementaria pada Selasa, (7/1/2025).
Di sisi lain, meskipun ancaman terorisme menunjukkan tren penurunan, Polri berhasil menangkap 202 tersangka teroris sepanjang 2024.
Menurut Adies, keberhasilan ini mencerminkan peningkatan kemampuan intelijen Indonesia dalam memutus rantai terorisme. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan untuk menghadapi potensi ancaman di masa depan.
“Penegakan hukum yang tegas terhadap terorisme, disertai upaya deradikalisasi, tetap menjadi bagian penting dari strategi keamanan nasional. Selain itu, pengawasan ketat terhadap pendanaan terorisme terus diperkuat,” tambah politisi dari Fraksi Partai Golkar tersebut.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, pemerintah melalui PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) fokus memutus aliran dana yang mendukung aktivitas terorisme.
Langkah ini melibatkan pemantauan transaksi keuangan mencurigakan dan kerja sama dengan lembaga internasional untuk menghalangi akses kelompok teroris ke sumber daya finansial. Pendekatan ini dinilai penting untuk mencegah aksi terorisme dan memperkuat keamanan nasional secara menyeluruh.- ***

