News

Wakil Bupati Garut Terkesan Belajar Pengelolaan Sampah dari Pesantren Welas Asih Samarang

×

Wakil Bupati Garut Terkesan Belajar Pengelolaan Sampah dari Pesantren Welas Asih Samarang

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Garut Welas Asih
Wakil Bupati Garut Welas Asih (Diskominfo Garut)

KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Bupati Garut Putri Karlina melakukan kunjungan ke Pesantren Welas Asih di Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari langsung praktik pengelolaan sampah yang sudah dijalankan pesantren tersebut.

Putri Karlina mengungkapkan, ia pertama kali mengetahui tentang Pesantren Welas Asih dari Ambu Nisa, lalu semakin tertarik setelah melihat unggahan Instagram terkait inovasi pengelolaan sampah di sana. Menurut Wakil Bupati Garut, cara pesantren dalam mengelola limbah bisa menjadi inspirasi untuk daerah lain.

“Jujur, saya dan Pak Bupati sangat kerepotan menghadapi persoalan limbah. Bukan hanya sampah rumah tangga, tetapi juga limbah kerajinan kulit hingga limbah dari MBG,” ujar Wakil Bupati Garut. Ia berharap bisa mengambil best practice pengelolaan sampah dari Pesantren Welas Asih untuk diterapkan di berbagai wilayah Garut.

Menurut Putri Karlina, prinsip Pesantren Welas Asih yang menekankan bahwa “apa yang kita lakukan berdampak pada orang lain” sangat relevan dengan isu lingkungan. Wakil Bupati Garut menegaskan, setiap orang harus berkontribusi dalam pengelolaan sampah, baik dengan ikut menyelesaikan masalah maupun tidak menambah masalah baru.

Wakil Mudir Pesantren Welas Asih, Abah Dadan Ramadhan, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi bagian penting dari visi pesantren. Ia mengutip hadist Rasulullah: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan”. Menurutnya, nilai ini sangat sesuai dengan upaya yang kini dipelopori Pesantren Welas Asih dan mendapat perhatian dari Wakil Bupati Garut.

Abah Dadan menambahkan, pada tahun 2030 Pesantren Welas Asih akan mengusung konsep Islam yang indah, menenangkan, dan bersahabat. Salah satu misinya adalah menciptakan ketenangan melalui berbagai program, termasuk inovasi pengelolaan sampah. Gagasan ini pun diapresiasi oleh Wakil Bupati Garut.

Selain fokus pada pengelolaan sampah, Pesantren Welas Asih juga memiliki program pertanian berkelanjutan, Welas Asih Holistic Health Center untuk kesehatan santri, serta Sport, Art, and Culture yang menciptakan ruang pertunjukan. Menurut Wakil Bupati Garut, program tersebut membuktikan pesantren bisa menjadi pusat inovasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *