KITAINDONESIASATU.COM – Pernyataan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, tengah menjadi sorotan warganet. Ucapan sang menteri viral di media sosial setelah menyarankan masyarakat, terutama mahasiswa, untuk mempertimbangkan bekerja di luar negeri.
Menteri Karding menyampaikan pernyataan tersebut saat hadir dalam sebuah acara di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, pada Kamis, 26 Juni 2025. Ia menyebut bahwa bekerja di luar negeri bisa menjadi solusi untuk mengatasi angka pengangguran terbuka di Jawa Tengah yang jumlahnya nyaris mencapai satu juta orang.
“Di Jateng ada (hampir) 1 juta (pengangguran) yang belum terserap, Anda (mahasiswa) calon (tenaga kerja) yang tidak terserap, maka segera berpikir ke luar negeri,” kata Karding, dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @rumpii_gosip, Minggu 29 Juni 2025.
Ia juga menyoroti bahwa secara nasional, angka pengangguran telah mencapai 70 juta orang, dan bekerja di luar negeri bisa menjadi salah satu solusi untuk menekannya.
Ketika ditanya mengenai keterbatasan lapangan pekerjaan di dalam negeri, Karding menyatakan bahwa hal tersebut merupakan ranah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Ia menekankan bahwa tugas utama Kementerian P2MI adalah menjembatani WNI agar bisa bekerja secara aman dan legal di luar negeri.
“Justru bekerja di luar negeri jembatan kita menapak karier lebih bagus, karir global. Jadi bekerja di luar negeri bukan pilihan alternatif. Kalau menurut saya ini pilihan paling utama,” terangnya.
Pernyataan ini menuai berbagai tanggapan dari publik. Sebagian netizen merasa kecewa karena dinilai tidak mencerminkan upaya nyata pemerintah dalam membuka lapangan kerja di dalam negeri. Bahkan, beberapa menilai ucapan tersebut seolah-olah menyuruh masyarakat meninggalkan negara sendiri.
“Tambah satu lagi menteri yang kalo bikin statement agak lain. Bukannya ngasih lapangan kerja, malah ngusir,” tulis akun @elle**** dalam kolom komentar.



