KITAINDONESIASATU.COM – Bunda Dor Dor yang lagunya viral seliweran di media sosial memang tampil di banyak diundang di stasiun televisi di Jakarta.
Namun ternyata Bunda Dor Dor merasa kecewa sampai menangis karena ia hanya mendapat Rp 15 juta saja
Bunda Dor Dor yang memiliki nama asli Susilawati diduga mengalami penipuan honor kerja, dirinya memang laris diundang di berbagai stasiun tv.
Tapi banjir job yang ia lakukan tak sesuai dengan harapan, karena honor yang ia terima tak sebanyak yang ia harapkan.
Bunda Dor Dor disebut tak terima karena setelah 2 hari di Jakarta dan masuk tv honornya hanya Rp 15 juta.
Kemudian ia juga banyak kolaborasi dengan konten creator hingga melakukan endorse namun uang yang ia terima tak sesuai harapan.
“Saya merasa kerja keras saya selama ini tidak dihargai dengan layak. Selama dua hari di Jakarta, saya bekerja dari pagi hingga malam untuk berbagai acara, tapi yang saya terima tidak sebanding,” ungkap Susilawati.
Seluruh pekerjaan dan pembayaran Bunda Dor Dor dikelola oleh seorang Tiktoker berinisial BT yang disebut bertindak sebagai coordinator.
- Tendangan Sakti Franca, Arema Tumbangkan Persita 1-0
- BMKG: Wilayah Bodetabek Berpotensi Hujan Lebat pada Sabtu 11 April
- Tulungagung Gempar, Bupati Gatut Sunu Ditangkap KPK
- Jakarta Diprediksi Hujan pada Sabtu 11 April 2026
- Tak Mau Kehilangan, Dortmund Ikat Schlotterbeck Sampai 2031
BT lah yang bertanggung jawab atas semua kontrak dan pembayaran kepada bunda Dor Dor termasuk undangan TV, Endorsement, hingga rekaman lagu dan 12 acara.
Tetapi uang yang Bunda Dor Dor hanya ditransfer dalam dua tahap, pertama Rp 10 juta saat berada di Jakarta dan Rp 5 juta saat sudah berada di Lampung.
Merasa tertipu dan dirugikan, Bunda Dor Dor akhirnya memabawa kasus ini kepada RC Law Office Advocate and Legal Consultant untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.
Robert Evo Wakando, kuasa hukum Susilawati, menyatakan pihaknya telah mengirim surat pemanggilan klarifikasi kepada BT untuk mendapatkan penjelasan secara resmi.
Susilawati berharap BT menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini secara adil. Ia mengaku telah mengeluarkan banyak tenaga dan biaya selama bekerja di Jakarta, dan ingin mendapatkan haknya sesuai dengan kerja keras yang telah ia lakukan.
