KITAINDONESIASATU.COM – Sempat beredar video viral seorang siswa SD yang sedang belajar dilantai yang diduga karena menunggak membayar SPP (iuran sekolah), tapi ternyata video tersebut hanyalah setingan belaka.
Menurut Kepala Sekolah SDN 2 Tanjung, siswa tersebut belum membayar SPP, namun pihak sekolah menyangkal adanya penindasan atau diskriminasi. “Kami tidak bermaksud menindas atau mendiskriminasikan siswa. Kami hanya mengingatkan orang tua untuk melunasi SPP,” kata Kepala Sekolah.
Yani Kakak dari Kamelia (orangtua murid) mengaku video yang viral tersebut merupakan settingan. Ia meminta maaf atas kelakuan adiknya tersebut.
“Awalnya anaknya duduk di bangku, itu kan ada CCTV. Pagi-pagi mamaknya manggil, disuruh duduk di bawah. Langsung divideokan mamaknya,”
Keluarga siswa SDN 2 Tanjung, Kabupaten Tabalong, meminta maaf atas insiden anaknya belajar di lantai karena belum membayar SPP. Video insiden tersebut viral di media sosial dan menimbulkan kontroversi.
“Hentikan sosmed TikTok, Facebook sini hadapi semua. Kesalahanya bukan dari guru, tapi emang adekku yang gak tahu diri,”
- Heboh! Santriwati Melahirkan Tiba-Tiba, Kiai Ponpes di Pekalongan Dicokok Usai Salat Iduladha!
- Cuaca Bodetabek Kamis 28 Mei 2026, Cerah Berawan
- Luar Biasa, RW di Batur Dieng Pecahkan Rekor Kurban 52 Sapi dan 345 Kambing!
- Pembunuh dan Pemerkosa Siswi SD di Makassar Ternyata Tetangga Korban!
- Prediksi Superkomputer Final Liga Champions 2026: Arsenal Favorit Libas PSG
“Aku mohon maaf ini atas nama keluarga, aku malu ini sama keluarga. Tolong maaf saya dan keluarga,” ungkap Yani sembari menangis disaksikan puluhan wali murid lain.
Padahal imbas kasus ini tak sedikit yang menghujat pihak sekolah dan guru.
Bahkan Kamelia sudah mendapat bantuan uang dan dukungan dari pejabat hingga influencer. Terbaru pihak Dinas Pendidikan menggelar audiensi dengan pihak yayasan, serta wali murid.
Namun, Kamelia tak berani hadir, atau berhalangan datang untuk mengikuti audiensi Puluhan perwakilan wali murid, menyatakan yayasan sekolah Abdi Sukma mendapat bantuan 6 bulan dari dana Bos.Ada bantuan 235-450 dari Sofyan Tan.
“Mulai kelas 1-9 semua dapat bantuan, Pak. Jadi untuk SPP setahun itu terbayar karena ada bantuan lagi,” ungkap wali murid lain.
Soal hukuman dari sekolah, wali murid lain terima jika karena anaknya tidak mengerjakan PR. Namun kalau dihukum gak bayar SPP gak sesuai.
“Video itu tidak sesuai, berbalik sangka, balik fakta. Kenyataannya gak seperti itu (dihukum belajar di lantai karena gak bayar SPP),” kata wali murid usai audiensi.

