KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah video tangan anak penumpang KRL terjepit di pintu kereta yang memicu berbagai komentar dari netizen.
Rekaman video amatir yang memperlihatkan insiden seorang anak perempuan terjepit pintu gerbong KRL Commuterline viral di media sosial.
Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @jabodetabek24info.id dan menunjukkan kejadian yang terjadi di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat, pada Sabtu 22 Maret 2025.
Dalam video tersebut, anak perempuan yang mengenakan kerudung merah terlihat panik dan menangis kesakitan saat tangan kirinya terjepit di pintu kereta.
Beberapa penumpang yang menyaksikan kejadian itu berusaha membantu dengan membuka celah pintu agar tangan anak tersebut bisa ditarik keluar.
Seorang wanita yang diduga adalah ibu dari anak tersebut tampak berdiri di belakangnya, berusaha menenangkan sambil memegang lengan anaknya.
Kejadian ini pun menarik perhatian netizen yang ramai memberikan komentar terkait insiden tersebut.
Komentar Netizen tentang Penumpang KRL yang Terjepit

Banyak warganet mempertanyakan bagaimana insiden ini bisa terjadi dan mengapa tidak ada tindakan cepat dari pihak yang berwenang.
Sejumlah komentar menyoroti pentingnya tombol darurat yang seharusnya bisa digunakan dalam situasi seperti ini.
“Emaknya yang mana? Salfok sama ibu-ibu yang pakai jilbab kok malah senyum-senyum?” tulis seorang pengguna Instagram.
“Ya Allah pasti sakit lohhh… Pernah kaki kejepit pas turun udah telat kan ngantri, kena kaki sama tas. Untung ada suami sama satpam yang bantu tarik tas. Kalau enggak bisa keseret dan mungkin udah enggak bisa napas lagi.” ujar netizen lainnya.
“Bukankah ada tombol merah untuk keadaan darurat? Kasihan itu kelamaan terjepit.” tambah pengguna lain.
“Padahal ada knop darurat di bagian kanan kiri. Langsung angkat penutupnya lalu putar saklarnya, pintu kebuka. Enggak sampai 5 detik prosesnya.” kata warganet lain memberikan saran.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua agar lebih waspada saat membawa anak menggunakan transportasi umum.
Selain itu, penting bagi penumpang KRL untuk memahami prosedur darurat agar dapat mengambil tindakan cepat ketika menghadapi kejadian serupa.(*)


