News

Viral! Video Detik-detik Banjir Bandang di Bandung Barat, Puluhan Rumah Terendam Luapan Air Sungai Cimeta

×

Viral! Video Detik-detik Banjir Bandang di Bandung Barat, Puluhan Rumah Terendam Luapan Air Sungai Cimeta

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Detik-detik Banjir Bandang di Bandung Barat (Pixabay/Kevin Mahoney)
Ilustrasi Detik-detik Banjir Bandang di Bandung Barat (Pixabay/Kevin Mahoney)

KITAINDONESIASATU.COM – Berikut ini ulasan tentang video detik-detik banjir bandang di Bandung Barat yang mengakibatkan puluhan rumah terendam luapan air Sungai Cimeta.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diterjang banjir bandang setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut pada Sabtu, 15 Maret 2025, sore hari.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, di mana 25 rumah dilaporkan terendam akibat luapan air Sungai Cimeta.

Pemerintah desa setempat telah melakukan peninjauan ke lokasi banjir untuk mendata dampak yang terjadi.

Banjir bandang ini menerjang dua kampung, yakni RW 3 dan RW 13 di Kampung Cibarengkok Raya serta Kampung Guha Mulya RW 14.

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 50 kepala keluarga terdampak dan jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring dengan proses pendataan yang masih berlangsung.

Video Detik-detik Banjir Bandang di Bandung Barat

image 71
Banjir bandang di Bandung

Banjir yang terjadi pada Sabtu sore ini dengan cepat menjadi viral di media sosial.

Sejumlah video yang diunggah oleh warga memperlihatkan derasnya aliran air Sungai Cimeta yang berwarna coklat, meluap ke pemukiman warga dalam waktu singkat.

Salah satu video yang beredar diunggah oleh akun Instagram @jabodetabek24info, menampilkan momen dramatis saat seorang pria berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke tempat yang lebih tinggi sebelum rumahnya terendam air.

Ketinggian air di beberapa titik mencapai 1 hingga 1,5 meter, meskipun saat ini dilaporkan mulai surut seiring dengan berkurangnya intensitas hujan.

Penyebab utama banjir ini diduga karena curah hujan yang sangat tinggi, ditambah dengan kiriman air dari wilayah Ngamprah yang juga mengalami banjir pada saat yang bersamaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *