KITAINDONESIASATU.COM – Belum lama dibuka dan diuji coba untuk masyarakat, dinding trase baru Jalan Saleh Danasasmita (Batutulis), Kota Bogor, justru menjadi sasaran aksi vandalisme. Sejumlah coretan menggunakan cat semprot terlihat menghiasi dinding fasilitas publik tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu 4 November 2026 siang, coretan-coretan tersebut tampak pada bagian sisi dinding jalan trase Batutulis. Kondisi ini cukup memprihatinkan, mengingat jalur baru tersebut baru dibuka dan diuji coba pada akhir Oktober 2026 serta belum diresmikan secara resmi.
Aksi vandalisme tersebut menuai keprihatinan dari tokoh masyarakat Kota Bogor, H. TB. Muhtar. Ia menyayangkan tindakan oknum yang dinilai tidak bertanggung jawab karena merusak fasilitas publik yang seharusnya dijaga bersama.
“Saya sangat kecewa melihat kondisi ini. Trase Batutulis baru saja dibuka untuk masyarakat, tetapi dindingnya sudah dicoret-coret. Seharusnya fasilitas yang baru dibangun ini dijaga dan dirawat, bukan malah dirusak,” ungkap TB. Muhtar.
Ia menilai tindakan vandalisme tersebut mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap fasilitas umum. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan pemerintah semestinya mendapat dukungan masyarakat melalui sikap menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan.
“Benar-benar sangat disayangkan. Seharusnya kita bersama-sama menjaga fasilitas publik ini, bukan justru mencoret-coret dindingnya. Kesadaran dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan agar fasilitas yang sudah dibangun dapat dinikmati dalam jangka panjang,” tegasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor, H. Dedie A. Rachim, juga telah mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga fasilitas publik di kawasan Trase Batutulis. Ia mengimbau warga untuk tidak melakukan tindakan perusakan maupun vandalisme terhadap infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.
Munculnya coretan di dinding trase baru tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga fasilitas publik bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat.
Pembangunan infrastruktur membutuhkan anggaran dan proses yang tidak sedikit. Karena itu, masyarakat diharapkan memiliki rasa tanggung jawab bersama untuk merawat fasilitas umum demi kepentingan dan kenyamanan bersama.





