Komando Pusat AS (CENTCOM) kemudian mengerahkan sekitar 100 pesawat, drone, dan 15.000 personel militer untuk mendukung operasi ini.
Pada 4 Mei, kapal perusak rudal berpemandu AS melintasi Selat Hormuz.
Dua kapal berbendera Amerika juga berhasil dikawal keluar dari kawasan tersebut dalam upaya mematahkan tekanan Iran.
Melanggar gencatan senjata
Menanggapi langkah AS, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut operasi itu melanggar gencatan senjata.
Iran pun merespons dengan meluncurkan rudal jelajah, drone (UAV), serta mengerahkan speedboat untuk menyerang kapal yang melintas di Hormuz.
IRGC juga dilaporkan menyerang Fujairah, pusat minyak utama di Uni Emirat Arab (UEA), yang berada di luar Selat Hormuz.
