KITAINDONESIASATU.COM – Bencana alam kembali melanda Sulawesi Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan akses utama Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Desa Lontio dan Desa Huhak, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, terputus total akibat banjir dan tanah longsor usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Hujan intensitas tinggi menyebabkan tiga titik akses jalan terdampak, satu ruas jalan amblas, dan material longsor menutup jalur utama antardesa di Bunta,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, dalam keterangannya, Selasa (7/10).
Tak hanya akses jalan, sekitar 30 rumah warga dan satu kantor desa ikut terendam banjir, bahkan alat berat dan satu mobil turut terdampak. Meski tidak ada korban jiwa, kondisi hingga kini masih genting, karena jalan tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat akibat genangan air dan tumpukan longsor.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banggai bersama BPBD Sulteng langsung turun ke lapangan melakukan asesmen cepat dan pembersihan jalur.
“Kami telah mengerahkan tiga ekskavator untuk membersihkan material longsor dan membuka jalur alternatif agar mobilitas warga segera pulih,” kata Akris.
Ia menegaskan, kebutuhan mendesak saat ini mencakup tambahan alat berat, mobil tangki, dan pasokan air bersih untuk membantu warga terdampak. Proses penanganan darurat terus berlangsung, sementara petugas berjibaku di medan berat.
Akris juga mengingatkan warga yang tinggal di lereng perbukitan, bantaran sungai, dan pesisir pantai agar meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor ke BPBD jika terjadi keadaan darurat
“Respons cepat sangat penting agar tak ada korban saat hujan deras melanda,” pungkasnya. (*)


