News

Tragedi Drag Race Kotamobagu: Mobil Balap Tabrak Penonton, 8 Orang Tewas

×

Tragedi Drag Race Kotamobagu: Mobil Balap Tabrak Penonton, 8 Orang Tewas

Sebarkan artikel ini
Tragedi Drag Race Kotamobagu
Tragedi Drag Race Kotamobagu

KITAINDONESIASATU.COM – Video detik-detik kecelakaan drag race di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, viral di media sosial. Insiden dalam Turnamen Tidar Drag Race Championship 2026 tersebut berubah menjadi tragedi setelah mobil balap kehilangan kendali dan menabrak warga yang menyaksikan perlombaan dari sisi lintasan. Delapan orang dilaporkan meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka.

Peristiwa terjadi di Jalan AP Mokoginta, Kecamatan Kotamobagu Timur, Minggu, 9 Agustus 2026 sore. Saat kejadian, dragster Tian Ngantung dari Tim Mc Joe mengikuti kategori Free For All.

Keselamatan Drag Race Jadi Sorotan

Mobil balap mengalami masalah ketika mendekati garis finis. Kendaraan kemudian oleng ke sisi kiri lintasan dan menghantam pagar pembatas sebelum menabrak penonton di sekitar area tersebut. Total terdapat 17 korban dalam kecelakaan itu.

Sorotan kemudian tertuju pada aspek keselamatan penyelenggaraan. Video yang beredar memperlihatkan pembatas lintasan menggunakan perlengkapan sederhana, sementara warga berada cukup dekat dengan jalur kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Praktisi keselamatan berkendara menilai kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya penerapan standar keselamatan secara menyeluruh dalam perlombaan. Risiko tidak hanya berkaitan dengan kemampuan pembalap, tetapi juga kondisi kendaraan, lintasan, pengereman, traksi, kemudi, hingga sistem pembatas penonton.

Balapan drag race memiliki risiko tinggi karena kendaraan dapat melaju sangat cepat dalam lintasan lurus. Karena itu, penyelenggara dan peserta perlu memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum kompetisi berlangsung.

Peristiwa tragis di Kotamobagu menjadi pengingat bahwa perlombaan otomotif tidak cukup hanya mengutamakan kecepatan dan kompetisi. Keselamatan pembalap, petugas, serta penonton harus menjadi prioritas utama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *